Berkedok Riset, Predator Seks Fetish Bungkus Korban Dengan Kain Jarik

0

Gaekon.com – Berita heboh seorang predator sex yang memiliki fetish membungkus korbannya dengan kain jarik tengah ramai dibicarakan di media sosial. Awalnya kisah ini bermula sebuah tulisan dari seorang pria bernama M Fikri Sunandar dengan akun Twitter @m_fikris.

“Predator “Fetish Kain Jarik” Berkedok Riset Akdemik dari Mahasiswa PTN di SBY” tulis Fikri.

Ternyata kasus pelecehan seksual tersebut bermula dari perkenalannya dengan seorang mahasiswa bernama Gilang. Dirinya mengaku kuliah di Unair dan merupakan angkatan 2015. Sedangkan Fikri berkuliah di PTN lain. Pada awalnya, Gilang mengirimkan DM kepada Fikri, agar bersedia membantu riset Gilang.

Saat itu riset Gilang tentang, “bungkus-membungkus”. Pada saat Fikri menanyakan terkait lebih detail risetnya, Gilang selalu berkelit dan hingga beralasan bahwa Fikri nantinya akan mengetahui maksudnya. Namun Gilang selalu menegaskan bahwa, riset “bungkus-membungkus” ini tidak berkaitan dengan pengafanan jenazah, tetapi sifatnya hanya mengarah ke terapi. Menurutnya Gilang, jika dibungkus dari ujung kepala hingga ujung kaki, sifat asli seseorang akan terbuka.

“Sifat aslimu akan terungkap. Kamu akan bersikap jujur dan apa adanya. Kamu memang gugup, tapi kamu nggak ada pilihan lain selain tenang” demikian potongan percakapan Gilang dan Fikri.

Menurut pengakuan Gilang, dirinya tengah membuat tulisan bergenre psikologi-thriller. Dia hendak mengamati bagaimana reaksi partisipan riset saat dibungkus. Dirinya ingin mengetahui reaksi natural dan emosional yang muncul. Nantinya, semua hal tersebut akan menjadi bahan dalam tulisannya. Tidak hanya itu saja, Gilang juga meminta agar para peserta riset bersedia untuk dilakban di mata, mulut, hingga di badan.

Walaupun sempat menolak permintaan tersebut, tetapi Gilang berhasil meyakinkan Fikri, dan mengklaim riset ini telah dilakukan banyak orang sebelumnya dan aman-aman saja. Bahkan, Gilang juga meminta belas kasihan Fikri, lantaran dia saat ini sudah berada di semester akhir. Sehingga dirinya membutuhkan riset ini agar bisa segera lulus dari kampus.

Karena saat ini sedang terjadi wabah corona, Gilang menjalankan riset bungkus ini dari jarak jauh. Dirinya memberikan instruksi kepada Fikri dan temannya. Hingga akhirnya Fikri bersedia untuk dilakban tubuhnya dan dibungkus dengan menggunakan kain jarik. Pada saat Fikri telah dibungkus, kemudian Fikri direkam dan dipotret oleh seorang temannya dan hasilnya dikirim kepada Gilang.

“Bayangin dibungkus 3 jam, 3 jam!!. Gw bilang, gw marah ama dia dong ama temen gw (yg ngebungkus) di situ dia bilang pelukk dong (di sini gw sebenere udah gak enak bgt) tp katane bercanda yaa wes.” tulis Fikri.

Setelah itu, Fikri diminta gantian oleh Gilang agar temannya untuk dibungkus. Namun ada sebuah kendala. Teman Fikri mengalami sesak dan adanya kesalahan pembungkusan. Gilang terlihat kesal ketika Fikri minta izin kepada Gilang agar temannya dilepaskan sementara. Bahkan Gilang mengancam penyakit vertigonya bisa kumat jika ada masalah sepele seperti hal tersebut dan bahkan bisa bunuh diri. Karena temannya sudah tidak bersedia, maka Fikri menolak melanjutkan proses bungkus-membungkus tersebut. Namun Gilang tetap terus menerus mendesak dengan alasan penyakitnya bisa kambuh jika tidak dituruti.

“Ini malah ngancem2 mau bundir, sakite kambuh, ngamuk2. Lagi pula temen gw sesak nafas (gak bisa lanjut).” lanjut Fikri.

Setelah persoalan tersebut, keluarga Gilang mengunggah WhatsApp Story bahwa kondisi Gilang tidak stabil. Ketika dikonfirmasi oleh Fikri, keluarganya malah menyalahkan Fikri sebagai penyebab tidak stabil emosi Gilang

“Gw gak homofobia, atau apa lah cuma gw yang straight di sini. Denger godaan2 gitu (ganteng, peluk) dri Gilang gw risih malah jijik. Jadi terlepas dari orientasi seksualnya yg gw benci adalah kelakuan dan sifatnya itu!!.”

“Nah setelah gw ngobrol ama temen gw. Katane hal2 kek pocong (dibungkus jarik) itu adalah fetish/kink gitu lah. Gw dikasih link beritane, gw kirim ke gilang dong. Dan ampe gw nulis ini gak dibales.” tambah Fikri.

Kemudian berdasarkan hasil penelusuran Fikri, ternyata sosok Gilang merupakan seorang biseksual. Selama ini ternyata dirinya sering mengincar mahasiswa baru untuk menjadi partisipan riset bungkus-membungkusnya. Lalu, Fikri melampirkan sejumlah foto korban lainnya dari Gilang yang telah dibungkus dengan kain jarik.

“Gw harap gw korban terakhir dri si Gilang ini. Dengan adane thread ini si Gilang tobat dan gak ngincer orang lain. Selain itu gw di sini gak ada niat menyudutkan suatu institusi mana pun.” tutup Fikri.

Z For GAEKON