Berteduh Sembarangan Saat Musim Hujan, Pengendara Sepeda Motor Siap-Siap Kena Denda Rp 500 Ribu

0

Berteduh Sembarangan Saat Musim Hujan, Pengendara Sepeda Motor Siap-Siap Kena Denda Rp 500 RibuGaekon.com – Para pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor saat musim hujan tiba nampaknya harus berhati-hati. Pasalnya, saat ini, berteduh sembarangan di bawah flyover atau di dalam underpass termasuk pelanggaran lalu lintas, bahkan bisa dikenai denda hingga Rp 500 ribu.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, hal ini dikonfirmasi oleh Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono. Pihaknya mengatakan bahwa berteduh sembarangan seperti di bawah flyover atau di dalam underpass termasuk dalam pelanggaran lalu lintas.

Memang sebaiknya para pengendara sepeda motor selalu membawa jas hujan saat musim penghujan. Sehingga ketika hujan turun, mereka tidak perlu berteduh, hanya berhenti sementara untuk memakai perlengkapan tersebut, dan melanjutkan perjalanan.

Berteduh sembarangan di bawah flyover termasuk dalam pelanggaran lalu lintas ini mengacu pada pasal 106 Ayat 4 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), yang berbunyi:

Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan:

  1. Rambu Perintah atau Rambu Larangan
  2. Marka Jalan
  3. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
  4. Gerakan Lalu Lintas
  5. Berhenti dan Parkir

Sehingga dapat disimpulkan, lokasi berhenti sembarangan tersebut yang biasanya di kolong flyover atau underpass, termasuk area yang dilarang untuk berhenti.

Argo juga mengungkapkan bagi pengendara sepeda motor yang masih nekat melakukannya, bisa kena pasal pasal 287 Ayat 1, yaitu kena denda paling banyak Rp 500 ribu, atau pidana kurungan paling lama dua bulan.

“Selain daripada yang sudah disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tadi, selain beresiko menimbulkan kemacetan bagi pengguna jalan lainnya, juga berpotensi terjadinya laka lantas karena posisi yang tidak aman tersebut,” ujar Argo.

D For GAEKON