Berusia 104 Tahun, Wirjawan Diperkirakan Jadi Lansia Tertua Di Indonesia Yang Ikut Vaksin Covid-19

0

Berusia 104 Tahun, Wirjawan Diperkirakan Jadi Lansia Tertua Di Indonesia Yang Ikut Vaksin Covid-19Gaekon.com – Pria lansia berusia 104 tahun, Wirjawan Hardjamulia menjadi salah satu peserta vaksinasi Covid-19 di Rumah Sakit Vania, Bogor, Jawa Barat Pada Selasa (23/3).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kompas, dengan ditemani anak ketiganya, Indri (72), Wirjawan terlihat begitu percaya diri dengan berbekal nomor antrean 19. Raut wajahnya tampak tenang sekali saat jarum suntik menembus kulitnya.

Sebelum menerima vaksin, hasil screening awal tensi Wirjawan berada di angka 160/100 dan suhu tubuhnya 36,8 derajat.

Awalnya, anak Wirjawan ragu dengan kondisi sang ayah yang sudah berumur. Saat mendapatkan kesempatan vaksin, Indri sempat berpikir bahwa itu tidak perlu, mengingat ayahnya sudah sangat tua.

“Hanya di faktor usia saja yang awalnya kami ragu. Kalau dari pribadi ayah kami sih, dia siap-siap saja. Enggak takut, enggak ragu, apalagi kesehatannya masih cukup bugar,” kata Indri.

Kepala Humas dan Marketing RS Vania, Dede Nurhasan Suryadi, memperkirakan, Wirjawan menjadi lansia tertua di Indonesia yang mengikuti vaksinasi.

Pasalnya, hingga saat ini menurut pemberitaan yang beredar, lansia tertua di Indonesia yang mengikuti vaksin berusia 100 tahun. Mengingat usia Wirjawan yang sudah mencapai 104 tahun, lanjut Dede, kemungkinan dia menjadi pemegang rekor lansia yang disuntik vaksin.

Apa yang telah dilakukan Wirjawan ini diharapkan bisa menjadi motivasi masyarakat lainnya. Pasalnya, lansia cukup rentan terserang virus.

“Tentunya ini menjadi motivasi untuk masyarakat agar tidak ragu dan takut divaksin, karena lansia pun cukup rentan terserang virus. Vaksinasi itu tidak berbahaya karena tujuan dari vaksinasi ini untuk menjaga tubuh dari terpapar virus,” terang Dede.

Di usianya yang sudah genap 104 tahun ini, Wirjawan masih terlihat sehat meski secara fisik ia harus menggunakan tongkat dari besi untuk membantunya berjalan.

Indri membocorkan mengapa ayahnya bisa berumur panjang hingga sekarang. Ia menceritakan bahwa sang ayah selalu berpikir positif, menerapkan pola makan, aktivitas, dan istirahat yang teratur serta yang utama berdoa dan bersyukur kepada Tuhan.

“Ayah saya sangat disiplin dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari olahraga, makan, istirahat, ibadah ke gereja. Tidak ada sesuatu yang khusus, yang beliau rutin lakukan setiap pagi itu minum air hangat, susu, sarapan, makan telur rebus, dia juga suka membaca dan olahraga jalan di sekitar rumah,” urainya.

D For GAEKON