Biaya Fantastis Wisuda Online Unikom, Rektor Buka Suara

0

Biaya Fantastis Wisuda Online Unikom, Rektor Buka SuaraGaekon.com – Rektor Universitas Komputer Indonesia (Unikom), Eddy Soeryanto Soegoto buka suara soal kasus biaya wisuda online di kampusnya yang ramai digugat oleh mahasiswa. Seperti diketahui, biaya wisuda yang dibebankan kepada mahasiswa Unikom mencapai Rp3.770.000.

Eddy menampik besaran biaya tersebut. Dia bilang, biaya wisuda di Unikom adalah Rp2.695.000. Adapun selebihnya, Rp765.000 adalah biaya sidang, yang digabung dengan biaya wisuda tersebut.

“Untuk perihal transparansi dan kejelasan terkait masalah wisuda akan dijelaskan oleh pihak terkait langsung kepada para perwakilan mahasiswa, untuk itu mohon kesabarannya untuk menunggu informasi resmi yang akan dijelaskan oleh Unikom. Terima kasih,” tulisnya, menanggapi komentar netizen yang ramai memprotes di Instagram-nya.

Pada lampiran rincian biaya wisuda, tertera bahwa yang seharusnya dibayarkan adalah Rp1.0750.000 untuk mahasiswa S1, Rp1.385.000 untuk mahasiswa S2, dan Rp830.000 untuk mahasiswa D3.

Biaya itu merupakan akumulasi dari honor pembimbing; honor penguji (2 orang untuk S1 dan S2); honor dekan; honor ketua prodi; honor sekretaris prodi; biaya kepanitiaan, konsumsi, dan sekretariat; biaya hak kekayaan intelektual Kemenkumham; honor ketua divisi HKI; dan sumbangan buku perpustakaan.

Karena itu, ada selisih yang cukup jauh antara yang seharusnya dibayarkan oleh mahasiswa, dengan yang diminta kampus (Rp3.770.000).

“Tentu, Unikom mendengar apa yang dikeluhkan dan dibutuhkan oleh para Sivitas akademika Unikom, termasuk penjelasan terkait masalah ini. Para pimpinan akan segera menyampaikan penjelasan yang saudara butuhkan, proses transparansi ini juga akan segera diumumkan kepada perwakilan mahasiswa dan juga calon wisudawan untuk itu mohon menunggu informasi resmi yang akan disampaikan,” kata Eddy pula.

Kasus ini ramai setelah viral video seorang orang tua mahasiswa kampus itu mengamuk tak terima karena membayar uang wisuda anaknya sebesar Rp3.770.000.

Dalam video itu, terlihat seorang ibu mengenakan daster kuning marah-marah ke arah kamera sambil menunjuk-nunjuk dengan jarinya.

Yang membuat orang tua itu mengamuk, dengan uang sebesar itu, pihak kampus hanya memberi fasilitas berupa toga dan masker. Karena itu dia dengan tegas mengatakan tidak ikhlas.

“Hasil keringat orang tua yang biayai anak, cuma dikasih ini. Demi Allah, untuk para atasan di Unikom, saya gak ridho, gak ikhlas, kalau uang saya gak dipulangin,” katanya.

“Rp3.770.000 hanya dapat ini doank. Pak, takut keselek ya, makan uang orang tua? Tolong untuk para pejabat di Unikom, pulangin uang kami, orang tua mahasiswa. Itu hak kami. Kami gak akan tinggal diam,” katanya pula.

Kasus ini sudah banyak yang meributkan di media sosial. Sejumlah akun yang mengaku sebagai mahasiswa Unikom meluapkan kekesalan seperti halnya ibu itu.

Selain mempersoalkan mahalnya biaya wisuda, mahasiwa juga mempertanyakan transparansinya.

“Biaya wisuda yang dijadiin syarat sidang dengan hargan 3.7 aja udh bikin greget. Terus terus tau nya malah online, 1jt tertera rincian buat biaya sidang, nah tranparansi dana wisudanya mana? Udh di tunggu lama sampe sekarang masih aja tutup mulut,” tulis akun @yulianasyh, menyertakan foto rincian dana wisuda dari Yayasan Science dan Teknologi, yayasan yang menaungi Unikom.

Akun @najmaapsr di Instagram, menuliskan komentar soal ramainya mahasiswa yang protes. Komentarnya itu ditanggapi oleh akun resmi Instagram Unikom. Di antaranya dia menyinggung soal adanya masker kotor yang diterima salah seorang wisudawan.

“Mohon maaf Sivitas, keluhan dari pada Sivitas sudah kami capture untuk disampaikan ke pihak yang terkait atau yang berwenang,” tulis akun @unikom_official.

K For GAEKON