Bisa Jadi Dompet Digital Terbesar Di Indonesia, Intip Peluang Merger OVO-DANA

0

Bisa Jadi Dompet Digital Terbesar Di Indonesia, Intip Peluang Merger OVO-DANAGaekon.com – Grab Holdings Inc.dikabarkan membeli saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek). Grab memborong sebanyak 4,6% saham Emtek lewat H Holdings Inc. atau dengan nilai mencapai Rp 4 triliun.

Hal ini membuat peluang merger OVO dan DANA semakin terbuka lebar. Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Menurut Pengamat Ekonomi Digital dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda, dengan aksi borong saham itu peluang merger kedua dompet digital tersebut semakin terbuka lebar.

“Grab itu punya saham di OVO, terus Emtek punya saham di DANA itu otomatis bisa mempercepat proses merger OVO dan DANA,” ungkapnya.

Merger kedua dompet digital itu diyakini terwujud sebab keduanya punya pesaing yang sama yaitu Gopay dari Gojek, LinkAja dari BUMN, ditambah ShopeePay dari Shopee.

Nailul menjelaskan kenapa para perusahaan yang bergerak di dunia digital ini lama kelamaan harus melakukan merger. Sebab, karakter para pelanggan saat ini cenderung lebih memilih satu aplikasi yang multiplatform atau serba ada.

Sementara itu, Manajemen Emtek justru membantah isu merger OVO dan DANA. Menurut Nailul itu hanya cara perusahaan menutupi rencana mereka. Ujung-ujungnya ia yakin merger itu akan terwujud.

“Ya mereka pasti bilang spekulasi saja, karena belum ada pernyataan resmi, namun saya rasa ke depannya praktik merger akuisisi ini itu sangat gencar dilakukan oleh perusahaan digital, tidak menutup kemungkinan OVO dan DANA tadi, karena isu ini dah lama juga kan beredar, saya rasa ke depan itu terjadi untuk memperbesar pangsa pasar,” imbuhnya.

Apabila merger OVO-DANA benar-benar dilaksanakan, maka bukan tidak mungkin kedua dompet digital tersebut bisa menjadi yang terbesar di Indonesia. Posisi OVO saat ini diuntungkan oleh adanya ekosistem Grab yang penggunanya paling banyak ketimbang Gojek.

“Yang menjadikan OVO kuat itu karena mereka cemplung di ekosistem Grab, itu tidak bisa dipungkiri, kalau tidak ada Grab ya OVO biasa aja, jadi e-wallet seperti biasa, nah ekosistem di Grab itu besar,” katanya.

Pada dasarnya OVO dan DANA sama-sama diuntungkan karena karakteristik pelanggan saat ini lebih cenderung memilih platform yang paling komplit dan efisien dibandingkan dengan layanannya terbatas pada segmen tertentu saja.

Untuk diketahui, Emtek merupakan pemegang saham DANA. Sedangkan, Grab merupakan pemegang saham OVO.

Tak hanya membuka peluang merger OVO dan DANA, sebelumnya, mungkinbakal terjadi merger Grab dengan Bukalapak. Sebab, Gojek yang merupakan saingan Grab kini tengah merambah juga ke dunia e-commerce lewat kabar merger dengan Tokopedia.

Grab lama-kelamaan diyakini pasti akan terdorong dengan merger bersama Bukalapak yang sebagian sahamnya juga dipegang oleh Emtek.

Apalagi, fitur dompet digital utama di Bukalapak sendiri adalah DANA. Bila ingin memperluas pangsa pasarnya di dompet digital, merger dengan Bukalapak berpotensi terwujud sekaligus merger OVO dan DANA tadi.

“Grab ini kan pesaingnya itu kan Gojek, Gojek itu baru melakukan merger sama Tokopedia, Grab (nanti) sama Bukalapak, tujuannya sama bersaing dengan Shopee, untuk bersaing mereka butuh pendanaan, mereka butuh valuasi yang lebih tinggi, makanya mereka merger,” ungkapnya.

D For GAEKON