Blokir Jalan Hingga Ricuh, Warga Purworejo Tolak Sosialisasi Quarry (Tambang) Bendungan Bener

0

Blokir Jalan Hingga Ricuh, Warga Purworejo Tolak Sosialisasi Quarry (Tambang) Bendungan BenerGaekon.com – Lokasi sosialisasi quarry (tambang) Bendungan Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo ditutup warga dengan tumpukan kayu dan batu.

Penutupan itu membuat Tim gabungan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan aparat keamanan serta pihak terkait sosialisasi tidak dapat mengakses lokasi.

Warga memotong pohon untuk menghalangi jalan. Hal ini sebagai bentuk penolakan rencana sosialisasi dalam rangka inventarisasi dan identifikasi bidang tanah dan pihak yang berhak pengadaan tanah untuk kepentingan umum bagi pembangunan Bendungan Bener.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Agenda sosialisasi tersebut berakhir ricuh. Para Warga penolak tambang bersitegang dengan aparat kepolisian. Sekitar pukul 11.30 WIB, kedua belah pihak mulai memanas. Ada lemparan batu dari arah massa aksi.

Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito berusaha menjalin komunikasi yang baik dengan massa untuk membuka jalan, namun mereka tidak menghiraukan.

Kericuhan yang terjadi ini menyebabkan sosialisasi Tambang Bendungan Bener batal. Akhirnya mereka pindah ke aula Kantor Kecamatan Bener.

Sejumlah warga yang mendapat undangan sosialisasi, dijemput dan diantar oleh anggota Polres Purworejo.

“Kami mendapat laporan terjadi penutupan jalan di Desa Wadas, kemudian kami bersama Brimob Kutoarjo dan anggota Kodim 0708 mendatangi lokasi untuk membuka jalan itu,” kata Rizal.

Ia menjelaskan bahwa jalan yang ditutup oleh warga merupakan jalan umum dan jalan kabupaten yang melintasi Desa Wadas. Oleh karena itu, petugas perlu membuka akses jalan demi kepentingan umum.

Namun, ratusan orang, baik laki-laki maupun perempuan, yang tergabung dalam organisasi Gempadewa dan Wadon Wadas tetap bertahan dengan duduk menghadang petugas.

“Lantaran imbauan petugas tidak dihiraukan, petugas pun terpaksa membuka blokade jalan, kemudian membubarkan warga,” katanya.

Karena warga menolak pembubaran tersebut, akhirnya terjadi bentrok. Sejumlah warga melempari petugas dengan batu. Petugas lantas membalas dengan tembakan gas air mata.

Sejumlah orang yang terindikasi sebagai provokator ditangkap, kemudian dibawa oleh petugas. Akhirnya petugas berhasil membuka jalan dan membubarkan aksi warga.

D For GAEKON