BLT Subsidi Gaji Dibawah Rp 5 Juta Akan di Stop Penyalurannya Tahun Ini

0

BLT Subsidi Gaji Dibawah Rp 5 Juta Akan di Stop Penyalurannya Tahun IniGaekon.com – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Subsidi Upah (BSU) untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta tahun ini akan segera distop. Alasan pemerintah menyetop penyaluran tersebut karena tidak dianggarkan dalam APBN 2021.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan bahwa BLT subsidi gaji tidak dianggarkan dalam APBN 2021. Namun Ida tak memutuskan begitu saja, ia akan melihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya.

“Kami masih menunggu, sementara memang di APBN 2021 belum atau tidak dialokasikan. Nanti, kami lihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya, tetapi memang tidak dialokasikan di APBN 2021,” terang Ida.

Hal itu disampaikan Ida usai menyaksikan penandatanganan MoU antara Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Medan Ditjen Binalattas dengan mitra, asosiasi/industri di BBPLK Medan, Sabtu(30/1).

Sementara BLT subsidi gaji, pada Januari lalu, pencairannya sendiri belum mencapai 100 persen. Ida sempat menuturkan pemerintah belum mencairkan BLT bagi pekerja bergaji di bawah Rp5 juta kepada 270.489 calon penerima. Jumlah itu terdiri dari 110.762 pekerja pada termin pertama dan 159.727 pekerja di termin kedua.

“Kenapa tidak tersalurkan 100 persen? Kami bisa menjelaskan, ada beberapa penyebab belum tersalurkan,” katanya.

Pada termin pertama, pemerintah telah menyalurkan BLT kepada 12,29 juta pekerja. Kemudian, total pekerja yang mendapatkan BLT pada termin kedua sebanyak 12,24 juta orang.

Total dana yang dikucurkan sebesar Rp29,44 triliun atau 98,91 persen dari target sebesar Rp29,76 triliun. Terdiri dari Rp14,75 triliun pada termin pertama dan Rp14,69 triliun pada termin kedua.

Disisi lain, Ida menuturkan bahwa sebagian program bantuan kepada pekerja terdampak pandemi Covid-19 tetap dilanjutkan tahun ini. Karena pandemi Covid-19 telah mengerek jumlah pengangguran menjadi 9,77 orang hingga Agustus 2020.

Maka dari itu, menurut Ida tetap dibutuhkan program-program pemerintah guna membantu pekerja yang kehilangan pekerjaannya.

“Program-program itu sebagian akan terus jalan sampai kondisinya kembali normal, memang diarahkan untuk menangani dampak pandemi covid-19,” jelasnya.

Meski Ida tidak menyebutkan secara rinci program yang dimaksud, namun ia menuturkan program itu tetap berjalan hingga kondisi perekonomian normal kembali.

D For GAEKON