Indonesia adalah negara besar yang lahir dari kemajemukan dari aspek agama, budaya, suku bangsa, dan ras. Konsep keberagaman inilah yang mengarah pada nilai-nilai toleransi dan persatuan dalam  perwujudan semboyan “bhinneka tunggal ika”. Tidak lupa juga Pancasila sebagai satu-satunya ideologi bangsa, falsafah hidup bernegara yang harus dijunjung tinggi dan diperahankan oleh seluruh rakyat didalam kemajemukan itu sendiri.  Namun, akhir-akhir ini, ada sebuah paham atau ideologi baru yang seakan-akan memang sengaja  “dipersilahkan masuk” dan terkesan dipaksakan untuk tetap “eksis” oleh beberapa kelompok tertentu untuk tujuan yang tidak baik. Bentuk paham inilah yang disebut Radikalisme. Radikalisme yang terus-menerus diyakini, diresapi, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kemudian menjadi sebuah tindakan yang berbahaya bagi keamanan diluar lingkungan kelompok tersebut. Hal inilah yang kemudian melahirkan ancaman besar yang dikenal dengan Terorisme.

            Terorisme terus berkembang di berbagai daerah di Indonesia dan melakukan inovasi dalam mencari kader-kader, memberikan doktrin, hingga merencanakan sebuah misi untuk melakukan apa yang dikehendaki oleh kelompok radikal itu. Baru-baru ini, pasca pelantikan Presiden dan kabinet kementerian baru pada bulan Oktober lalu, pemerintah dihadapkan dengan ancaman keamanan dan stabilitas nasional. Mengacu pada peristiwa di masa lalu yang menjadi ketakutan bagi masyarakat adalah peristiwa bom di Mall Sarinah Jakarta, di Markas Polrestabes Surabaya , Penusukan misterius yang dialami oleh Menko Polhukam Wiranto, dan yang baru saja terjadi kemarin adalah Bom Bunuh Diri di halaman Polrestabes Medan. Pengeboman ini dieksekusi oleh seorang pria yang berkedok akan mengurus SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepribadian) dengan menggunakan atribut jaket transportasi online sambil membawa tas ransel.             Banyak sekali bentuk kecaman dari kalangan netizen di media sosial mengenai aksi biadab tersebut.  Beberapa tokoh birokrat senior seperti Menko Polhukam Mahfud MD juga menyayangkan kejadian bom bunuh diri di Medan tersebut dan menghimbau kepada setiap instansi kepolisian untuk waspada melakukan penjagaan lebih ketat dan tetap menciptakan kemanan. Berkaca dari peristiwa tersebut, apakah hal ini merupakan sebuah ujian bagi pemerintahan yang baru dalam mengemban tugasnya, ataukah memang paham radikalisme dan tindakan terorisme sengaja diwariskan oleh kelompok radikal yang sudah siap melebarkan sayapnya untuk mengancam   “menjajah” NKRI?

S for GAEKON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here