Kasus Bom Molotov Di Lapas Pekanbaru, Otak Pelaku Ternyata Napi

0

Kasus Bom Molotov Di Lapas Pekanbaru, Otak Pelaku Ternyata NapiGaekon.com – Otak pelaku pelemparan bom molotov ke rumah Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, Effendi Purba ternyata merupakan narapidana dalam kasus narkoba.

Pelaku bernama Riko Silalahi itu memberikan upah Rp 80 juta yang diterima komplotan pelemparan bom molotov Boy Handoko dengan cara mentransfer menggunakan ponsel dari dalam penjara.

“Riko mentransfer uang dari dalam Lapas kepada Boy (pelaku lainnya) menggunakan telepon seluler sebelum eksekusi Rp 18 Juta,” ungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Riau, Sunarto.

Kemudian, usai mobil terbakar dan tugas selesai, Riko kembali mentransfer uang Rp 57 juta kepada Boy Handoko.

Uang panjar Rp 5 juta diberikan kepada Febri Saputra untuk menghubungkan dengan pelaku dan eksekutor.

Usai menerima panjar, mereka menjalankan aksi Kamis dini hari (20/1), pukul 04.41 WIB dengan membakar mobil dinas BM 1442 TP di Perumahan Cendana, Jalan Bukit Raya, Tenayan Raya, Pekanbaru.

“Usai pelemparan bom molotov, Jatanras Polda Riau bersama Satreskrim Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap kejadian ini dengan memeriksa sejumlah saksi, rekaman video CCTV serta olah lokasi kejadian,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, terungkap jumlah pelaku sebanyak 9 orang dengan peranan berbeda. Dari 9 pelaku, 8 di antaranya ditangkap Polda Riau, sedangkan 1 orang lainnya Dalam Pencarian Orang (DPO). Dari 8 pelaku, 2 di antaranya pecatan Polri dan 1 TNI.

Berikut identitas 8 pelaku teror serta perannya masing-masing:

  1. Riko Silalahi (Otak Pelaku)

Tidak hanya sebagai otak pelaku, ia juga yang mendanai beberapa orang untuk melakukan aksi teror bom molotov ke mobil dinas Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

  1. Boyke Handoko (oknum pecatan Polri)

Dirinya bertugas sebagai pencari eksekutor.

  1. Febri Falata (oknum pecatan Polri)

Bertugas sebagai penghubung Riko dengan Boyke)

  1. Ferli Saputra

Berperan sebagai penghubung Riko dengan Febri karena pernah satu sel di Rutan Sialang Bungkuk tahun 2016.

  1. Yudi Rahmana Putra

Bertugas sebagai penunjuk lokasi

  1. Reindri Ildsa

Bertugas sebagai penunjuk lokasi

  1. Diki Gusnadi

Berperan sebagai joki untuk merekrut tim

  1. Tomu Tua Sitinjak (oknum pecatan TNI)

Dialah yang terekam cctv saat melempar bom molotov ke mobil dinas Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

Pelaku Bom Molotov Lapas Pekanbaru Sakit Hati Ponselnya Diambil

Menurut penjelasan Sunarto, motif Riko Silalahi menyewa orang bayaran karena ponsel dimilikinya disita oleh Kepala Pengamanan Lapas, Effendi Purba.

“Sakit hati ponselnya diambil. Napi atas nama RS ini menyuruh orang lain untuk melakukan teror bom molotov dan memberikan upah Rp 80 Juta kepada rekannya Boy,” ujarnya.

D For GAEKON