Viral Booster Berbayar Di Surabaya, Dinkes Angkat Bicara

0

Viral Booster Berbayar Di Surabaya, Dinkes Angkat BicaraGaekon.com – Belakangan ini ramai soal vaksin dosis ke-3 atau booster berbayar di Surabaya, Jawa Timur. Menanggapi hal ini, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya angkat bicara.

Melansir dari CNN, Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dr Febria Rachmanita mengatakan, ia tak tahu menahu perihal vaksinasi dosis ke-3 berbayar tersebut.

Pihaknya mengaku kaget dan mempertanyakan dari mana jaringan itu mendapatkan vaksin. Sementara Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Surabaya dr Sri Setyani mengatakan, di Surabaya belum digelar vaksinasi dosis ke-3 untuk masyarakat umum, apalagi berbayar.

“Mereka dapat vaksin dari mana ya? Saya tidak pernah tahu ada berbayar. Yang saya tahu vaksin gotong royong dan tidak ada di lokasi-lokasi tersebut,” kata Febria.

Sri menjelaskan bahwa vaksinasi yang berbayar adalah vaksinasi gotong royong, sementara yang lainnya vaksinasi gratis dari pemerintah.

Program vaksinasi gotong royong sendiri hanya diperuntukkan bagi perusahaan yang ingin memberikan vaksin bagi pekerjanya, untuk dosis pertama dan kedua, bukan ketiga. Vaksin yang digunakan pun berjenis Sinopharm.

“Tapi yang gotong royong itu tidak boleh, tidak melayani perorangan, tapi perusahaan, badan usaha yang sudah terdaftar, terus kerjasama dengan faskes, rumah sakit, itu pelaksanaanya di rumah sakit tersebut,” ucapnya.

Sri curiga dari mana sindikat tersebut memperoleh vaksin. Ia bahkan menduga-duga vaksin yang dijual dan disuntikkan itu adalah vaksin palsu. Ia juga mempertanyakan siapa yang menjadi nakes dalam pelaksanaan vaksinasi berbayar tersebut. Sebab tak sembarang orang bisa menjadi vaksinator.

Ia meragukan jika yang digunakan dalam vaksinasi berbayar itu adalah vaksin berjenis Sinovac. Sebab penggunaan vaksin sudah terkelola oleh pemerintah dan tercatat dalam aplikasi Primary Care (P-Care).

“Soalnya kalau memang vaksin Sinovac harusnya, misalnya pemerintah mengeluarkan ini kan pasti keluar berapa harus masuk catatan berapa kan gitu, terdata makanya kan ada P-Care,” katanya.

Sri berjanji akan menyelidiki sindikat vaksinasi dosis ke-3 berbayar ini, dan mencari tahu siapa nakes yang terlibat.

Kronologi Viralnya Vaksin Booster Berbayar Di Surabaya

Sebelumnya, seorang warga Surabaya, Budiman (bukan nama sebenarnya) mengaku mengikuti vaksinasi dosis ke-3, yang digelar sekelompok orang di Kota Surabaya. Tiap orang yang mendaftar diminta membayar biaya sebesar Rp250 ribu.

Sindikat vaksin booster berbayar ini sebelumnya terungkap dari informasi yang didapatkan tim liputan kolaborasi sejumlah jurnalis di Surabaya. Praktik lancung ini diduga dilakukan sepanjang November – Desember 2021, di sejumlah tempat di Surabaya.

Vaksin booster tersebut diketahui menggunakan vaksin merek Sinovac. Vaksin ini diduga ilegal, pasalnya mendahului rencana pemerintah yang baru akan memulai pelaksanaan vaksinasi booster bagi masyarakat umum pada Januari 2022.

D For GAEKON