Bos Zoom Tuai Berkah Corona

0

Belakangan ini aplikasi Zoom banyak digunakan oleh pekerja kantoran untuk melakukan video conference setelah perusahaan memberlakukan sistem WFH (Work From Home) demi mencegah penyebaran virus corona.

Virus corona atau COVID-19 rupanya membawa berkah bagi pendiri dan CEO Zoom, Eric Yuan. Wabah ini telah membuat kekayaannya meningkat US$4 miliar atau setara Rp64 triliun (asumsi Rp16.000/US$) dalam 3 bulan.

Seperti dilansir dari dari Businessinsider.com, Jumat (3/4), kenaikan kekayaan ini berasal dari peningkatan harga saham Zoom yang di-listing di bursa saham Amerika Serikat (AS). Harga saham Zoom sudah meningkat di bawah US$70 per saham menjadi US$150 per saham.

Eric Yuan sendiri memiliki 19% saham Zoom. Saat ini valuasi Zoom mencapai US$35 miliar. Dalam tiga bulan terakhir kekayaan Eric Yuan telah naik 112% menjadi US$7,57 miliar (Rp121,12 triliun). Virus corona telah meningkatkan popularitas aplikasi Zoom. Bila pada Desember 2019 penggunanya cuma 10 juta maka pada akhir Maret sudah menyentuh 200 juta pengguna per hari.

Zoom sendiri merupakan perusahaan yang didirikan oleh Eric Yuan, pengusaha asal Tiongkok yang telah lulus dari Shandong University of Science and Technology. Eric sendiri memiliki perjalanan yang cukup panjang sebelum ia menjadi sukses dengan mendirikan Zoom. Sebelumnya Eric pernah bekerja di sebuah startup yang berlokasi di Silicon Valley meskipun bahasa Inggrisnya masih belum lancar.

Selain itu pria berusia 49 tahun ini juga pernah menjabat sebagai VP di Cisco Systems dan bekerja di perusahaan video conference WebEx.

Setelah itu, Eric pun memutuskan untuk keluar dari Cisco dan membentuk Zoom. Pada tahun 2014, Zoom yang hadir sebagai aplikasi video conference telah mendapat jumlah pengguna yang cukup banyak. Apalagi di tahun 2015 jumlah pengguna dari Zoom mencapai 40 juta users.

Namun belum lama ini Zoom diterpa masalah privasi karena terciduk membagikan data pengguna kepada Facebook. Alhasil CEO dari Zoom, Eric Yuan meminta maaf kepada para pengguna atas hal tersebut.

“Kami menyadari bahwa kami tak bisa mencapai harapan pengguna tentang privasi dan keamanan. Untuk itu, saya benar-benar minta maaf,” ucap Eric seperti yang dikutip GAEKON dari CNN.

Eric juga mengatakan bahwa mulai saat ini pihaknya akan berusaha untuk memperbaiki sistem dan masalah yang terjadi belakangan ini. Hal tersebut membuat Zoom tak akan menambah fitur baru apapun sampai waktu yang belum ditentukan.

W For GAEKON