BPOM Izinkan Penggunaan Ivermectin Sebagai Obat Covid-19

0

BPOM Izinkan Penggunaan Ivermectin Sebagai Obat Covid-19Gaekon.com – Ivermectin akhirnya resmi diizinkan sebagai obat Covid-19. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) telah resmi mengizinkan penggunaan obat tersebut.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, meski demikian, BPOM belum memberikan pernyataan terkait edaran ini.

Kepala BPOM Penny K Lukito, Jubir Vaksinasi dari BPOM Lucia Rizka Andalusia, dan Kepala Subbagian Komunikasi, Informasi, dan Edukasi BPOM Eka Rosmalasari belum merespons saat dihubungi untuk dimintai konfirmasi.

Penny sempat mengatakan bahwa penggunaan itu hanya berlaku dalam kerangka uji klinik, sesuai dokumen rekomendasi WHO, Guideline for Covid-19 Treatment, yang dipublikasikan pada 31 Maret lalu.

Polemik Ivermectin

Penggunaan Ivermectin untuk penanganan Covid-19 ini pun memicu polemik. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahkan tak merekomendasikan Ivermectin sebagai obat Covid-19. Meski BPOM telah mengeluarkan izin penggunaan Ivermectin, namun IDI akan meneliti lebih jauh dahulu.

Sejauh ini FDA dan Eropa juga masih belum merekomendasikan Ivermectin untuk pengobatan pada pasien Covid-19. WHO juga menegaskan Ivermectin hanya sebatas penelitian.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga membagikan Surat Edaran Nomor PW.01.10.3.34.07.21.07 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Distribusi Obat dengan persetujuan Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization).

Keputusan izin penggunaan Ivermectin tersebut ada dalam surat edaran itu. Dalam poin ketujuh, BPOM merinci delapan obat untuk mendukung penanganan terapi Covid-19, yaitu Remdesivir, Favipiravir, Oseltamivir, Immunoglobulin, Ivermectin, Tocilizumab, Azithromycin, dan Dexametason (tunggal).

BPOM juga mengatur sistem distribusi dan mekanisme pelaporan pemasukan dari distributor obat sebagai upaya pemantauan di tengah kelangkaan obat pendukung penanganan terapi Covid-19.

Surat tersebut ditandatangani oleh Plt Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika Prekursor dan Zat Adiktif Badan POM Mayagustina Andarini pada Selasa (13/7).

Surat edaran ini diterbitkan beberapa pekan setelah BPOM memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) Ivermectin sebagai obat Covid-19 pada akhir Juni lalu.

Saat itu Kepala BPOM, Penny Lukito, mengatakan bahwa keputusan soal PPUK itu diambil berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyebut Ivermectin dapat digunakan dalam lingkup uji klinik.

Penny mengatakan bahwa dalam sejumlah publikasi global, Ivermectin telah digunakan untuk menanggulangi Covid-19.

D For GAEKON