Bu Tejo dan Film Tilik Bikin Heboh Republik Twitter

0

Bu Tejo dan Film Tilik Bikin Heboh Republik TwitterGaekon.com – Tokoh Bu Tejo dalam film pendek Tilik mendadak trending di medsos Twitter. Warganet begitu gemas dengan karakter Bu Tejo, yang diperankan secara apik oleh Siti Fauziah, Karakter Bu Tejo menampilkan sosok emak-emak yang suka gosip, julid dan nyinyir.

“Bu Tejo ‘Tilik’ sampai trending wkwkw. Mulutnya semakin lemes aja pemirsa. Si pemeran bernama asli Siti Fauziah ini enggak kalah nyebelin di film Unbaedah. Coba tonton sana haha, ada di Youtube resmi KPK RI,” cuit @NuNu1412 di Twitter pada Selasa, 18 Agustus 2020.

“Ya Allah rasane pengen kubetot lambene Bu Tejo iki loh…relate banget dah awokwok,” cuit @EkaMeirly.

Pemeran Bu Tejo, Siti Fauziah, yang paling menyita perhatian publik menceritakan karakter yang dimainkannya. “Bu Tejo itu orangnya tipis-tipis. Dibilang sombong sebenarnya juga enggak karena aku membangun karakternya berawal dari orang yang sama-sama susah,” ujarnya di episode Cerita di Balik Layar film Tilik yang tayang pada 6 Juni 2020.

Sutradara Tilik, Wahyu Agung Prasetyo menuturkan, cerita film ini diangkat dari budaya tilik atau menjenguk yang biasa dilakukan di masyarakat kita. “Saya sendiri enggak pernah mengalami itu tapi setelah diberitahu penulisnya, Mas Bagus Sumartono, akhirnya observasi dan rasanya klik oh ini harus difilmkan,” tuturnya.

“Budaya tilik itu mengajak saling peduli dan berbagi ke sesama tapi dengan cara unik. Bayangkan ibu-ibu sekampung naik truk untuk menjenguk satu orang yang sakit,” kata Elena Rosmeisara, produser Tilik.

Film Tilik sebenarnya merupakan film yang dibuat pada 2018. Tilik bisa dilihat kembali di kanal Youtubenya Ravacana Films, produser film itu sejak Senin, 17 Agustus 2020 pukul 19 untuk merayakan HUT RI ke-75. Film berbahasa Jawa berdurasi 32 menit ini dibuat bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan DIY. Sejak tayang, film ini sudah ditonton lebih dari 47 ribu kali.

Tilik sudah mengantongi tiga penghargaan. Film tersebut berhasil memenangkan Piala Maya pada 2018 kategori Film Pendek Terpilih, menjadi Official Selection di Jogja-Netpac Asian Film Festival 2018 dan Official Selection World Cinema Amsterdam 2019.

K For GAEKON