Mulai Bulan Depan Naik KA Dan Pesawat Bisa Tanpa Aplikasi Pedulilindungi

0

Mulai Bulan Depan Naik KA Dan Pesawat Bisa Tanpa Aplikasi PedulilindungiGaekon.com – Masyarakat yang hendak bepergian naik kerata api maupun pesawat terbang mulai bulan depan tidak perlu menggunakan aplikasi Pedulilindungi selama PPKM.

Melansir dari Kompas, mulai Oktober mendatang Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan sejumlah opsi untuk menunjukkan status vaksinasi seseorang tanpa aplikasi Pedulilindungi.

“Ini akan launching di bulan Oktober ini. Ada proses dimana kami memerlukan beberapa model untuk bisa diakses oleh setiap orang,” kata Chief Digital Transformation Office Kemenkes Setiaji.

Setiaji menjelaskan bahwa masyarakat yang tidak punya ponsel pintar dan akan melakukan perjalanan udara maupun dengan kereta api bisa tetap bepergian tanpa aplikasi Pedulilindungi.

Menurut Setiaji, status hasil tes swab PCR maupun antigen dan sertifikat vaksin mereka tetap bisa teridentifikasi. Pasalnya, status tersebut bisa diketahui melalui nomor NIK saat membeli tiket.

Kemenkes menjanjikan kesiapan pemberlakuan peraturan tersebut di bandara melalui integrasi data dengan tiket pesawat. Begitu pula dengan validasi hasil tes dan sertifikat vaksin pada tiket kereta api.

“Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket. Sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” ucap Setiaji.

Masyarakat bisa memeriksanya secara mandiri di aplikasi PeduliLindungi di tempat yang tidak terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi. Caranya ialah dengan memasukkan NIK. Nantinya, masyarakat dapat membuktikan langsung mengenai kelayakan statusnya untuk masuk ke tempat tersebut melalui notifikasi yang muncul.

“Di PeduliLindungi itu sudah ada fitur untuk self check. Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri,” ujar Setiaji.

Kemenkes juga akan menjadikan fitur pada aplikasi PeduliLindungi bisa diakses di aplikasi lain. Pemerintah telah berkoordinasi dengan berbagai platform digital seperti Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket, Dana, Cinema XXI, Link Aja.

Dengan begitu, masyarakat tidak harus menggunakan PeduliLindungi. Namun bisa memanfaatkan fitur-fitur yang ada di PeduliLindungi melalui aplikasi di platform digital lain.

Kemenkes memperbaiki dan memperbarui mekanisme terkait peraturan tersebut untuk menyelesaikan persoalan di masyarakat.

Sebelumnya diketahui, untuk mencegah penyebaran virus dan melacak mobilitas di masa pandemi, pemerintah mewajibkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Namun banyak warga yang mengalami kesulitan mengunduh aplikasi PeduliLindungi lantaran memori di perangkatnya terlanjur penuh. Bahkan, masih ada orang yang belum memiliki ponsel cerdas sekalipun.

D For GAEKON