Bunganya Dirusak, Emak-emak Ini Ngamuk Hingga Pukuli Bocah

0

Bunganya Dirusak, Emak-emak Ini Ngamuk Hingga Pukuli BocahGaekon.com – Menjadi tua tidak lantas membuat bertambah kebijaksanaan seseorang. Seperti emak-emak satu ini. Hanya karena bunganya dirusak, dia tega menganiaya seorang bocah 4 tahun.

Diketahui bocah itu adalah anak tetangganya. Di lingkungan sekitar, emak satu ini memang terkenal sombong.

Hal ini terungkap dari pengakuan orang tua korban ketika melaporkan tetangganya itu atas penganiayaan yang dilakukan terhadap anaknya. “Pelaku ini memang di lingkungan kampung terbilang sombong,” sebut orang tua korban.

Diinformasikan sebelumnya bocah 4 tahun di Palembang mengalami penganiayaan oleh seorang wanita yang kesal karena anak tersebut telah merusak bunga miliknya.

Aksi penganiayaan terhadap bocah tersebut terekam kamera CCTV yang terpasang mengarah ke lokasi kejadian.

Dalam video yang beredar, emak-emak berdaster itu terlihat memukul kepala bocah laki-laki tersebut sebanyak satu kali. Kemudian, bocah itu lari dan dikejar oleh emak-emak itu hingga ke ujung gang.

Di gang yang sama, ada beberapa anak lain yang menyaksikan momen itu. Ibu-ibu tetangga pun juga sampai keluar rumah untuk mengetahui keributan yang terjadi.

Saat kembali dari ujung gang, bocah yang dicari-cari itu kembali muncul dari balik tikungan. Emak-emak itu pun kembali mengejarnya dan memukulnya.

Penganiayaan itu terjadi di Palembang, Sumatera Selatan. Bocah tersebut diketahui berinisial AS, sedangkan emak-emak yang memukulnya bernama Rohana.

Peristiwa penganiayaan tersebut telah dilaporkan oleh orang tua korban yaitu Annisa ke pihak kepolisian pada Selasa (15/12/2020)

Annisa menuturkan kejadian itu bermula saat anaknya sedang bermain di pekarangan rumah pelaku dan diduga merusak tanaman atau bunga milik pelaku yang merupakan tetangganya tersebut.

“Pelaku memukul dan menampar wajah serta kepala anak saya,” sebut Annisa.

Akibat penganiayaan itu korban menderita memar di bagian pipi nya dan di dekat kening atas kepala memar terasa sakit.

Selain itu, korban juga mengalami shock dan trauma sehingga menjadi pendiam dan ketakutan.

“Saya melapor supaya pelaku bisa bertanggung jawab atas perbuatannya,” jelasnya.

Sementara itu Kassubag Humas Polrestabes Palembang, AKP Irene mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari orang tua korban dan akan segera menindak lanjuti kasus tersebut.

K For GAEKON