Viral Bupati Banyumas Takut Kena OTT, KPK Angkat Bicara

0

Viral Bupati Banyumas Takut Kena OTT, KPK Angkat BicaraGaekon.com – Pernyataan Bupati Banyumas, Achmad Husein soal penanganan operasi tangkap tangan (OTT) viral di media sosial.

Menanggapi hal itu, KPK angkat bicara. Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati Kuding menyebut selama kepala daerah fokus menjalankan tugas untuk mensejahterakan warga dan menjalani ketentuan sesuai hukum. Tentu, tak perlu khawatir ditangkap dalam OTT KPK.

“Selama kepala daerah menjalankan pemerintahannya dengan memegang teguh integritas, mengedepankan prinsip-prinsip good governance, dan tidak melanggar ketentuan hukum yang berlaku, tidak perlu ragu berinovasi atau takut dengan OTT,” kata Ipi.

Melansir dari Suara.com, Sebagai upaya pencegahan korupsi di daerah, KPK kini terus mendorong komitmen kepala daerah dan seluruh jajaran OPD untuk memenuhi indikator dan subindikator MCP (Monitoring Center for Prevention).

“Keberhasilan upaya pencegahan korupsi sangat bergantung pada komitmen dan keseriusan kepala daerah beserta jajarannya untuk secara konsisten menerapkan rencana aksi yang telah disusun,” ujar Ipi.

Apabila langkah tersebut dijalankan oleh kepala negara, maka sistem pencegahan korupsi akan terbangun disetiap pemerintahan.

“Jika langkah-langkah pencegahan tersebut dilakukan, maka akan terbangun sistem yang baik yang tidak ramah terhadap korupsi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pernyataan Bupati Banyumas, Achmad Husein terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komis Pemberantasan Korupsi (KPK) viral.

“Kami para kepala daerah, kami semua takut dan tidak mau di-OTT. Maka kami mohon kepada KPK sebelum OTT, mohon kalau ditemukan kesalahan, sebelum OTT kami dipanggil terlebih dahulu. Kalau ternyata dia itu mau berubah, ya sudah lepas gitu. Tapi kalau kemudian tidak mau berubah, baru ditangkap, Pak,” isi pernyataan Bupati Banyumas Achmad Husein.

Novel pun memberikan penjelasan dalam cuitannya. Di mana dalam operasi tangkap tangan (OTT) selalu terkait dengan perbuatan korupsi delik suap. Menurutnya, apabila penyelenggara negera menyetujui untuk menerima janji sekalipun, itu sudah merupakan pidana selesai.

Novel juga mengatakan kalau ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak-pihak yang tinggal menerima suap. Itu tandanya OTT yang dilakukan dibocorkan.

D For GAEKON