Viral, Bupati Karanganyar Sebut Omicron Sudah Tak Ada, Ganjar Pranowo Angkat Bicara

0

Viral, Bupati Karanganyar Sebut Omicron Sudah Tak Ada, Ganjar Pranowo Angkat BicaraGaekon.com – Bupati Karanganyar Juliyatmono mendadak jadi sorotan publik lantaran mengajak masyarakat untuk tidak mempedulikan Covid-19.

Melansir dari Kumparan, Juliyatmono bahkan menganggap Omicron sudah tidak ada. Hal tersebut disampaikan Juliyatmono saat memberi sambutan di sebuah acara pernikahan.

Mugi-mugi sehat sedaya, yang penting dijaga awake dhewe-dhewe ngono wae ya. Ora usah gagas Omicron opo gagas COVID, anggepen wis ora enek (Semoga sehat semua, yang penting badannya dijaga sendiri-sendiri. Tidak usah mempedulikan Omicron atau COVID, anggap saja sudah tidak ada),” kata pria yang akrab disapa Yuli itu.

Pernyataannya itu sontak viral dan mendapat respons dari sejumlah kalangan. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo turut angkat bicara. Ganjar meminta siapa pun kepala daerah memiliki rasa kepekaan dan kepedulian yang tinggi di tengah pandemi Covid-19.

“Saya kira ya harus peduli. (Tidak ada Omicron) bagaimana? Kan angka kematian ada lagi, meski tidak terlalu banyak. Rumah sakit juga mulai penuh. Jadi semua orang harus peduli soal itu,” ujar Ganjar.

Ganjar mengaku belum mendapat klarifikasi maupun pernyataan langsung dari Yuli terkait pidatonya itu.

“Ya kalau nanti masyarakatnya jadi tidak disiplin, kita tertibkan semuanya. Intinya harus peduli. Tidak bisa tidak, kita harus taat protokol kesehatan,” tegas Ganjar.

Jubir Covid-19 Kemenkes dr Nadia Tarmizi juga angkat bicara. Ia mengingatkan bahwa dampak penularan dan kematian akibat Omicron masih ada.

“Ini tentunya kita tahu bahwa omicron ada dan tetap ada proporsi warga yang positif tetapi berat dan meninggal. Jumlah kasus meningkat sampai 3-6 kali yang pasti secara jumlah absolut akan meningkat jumlah yang dirawat atau kasus kematian,” kata Nadia.

Sementara itu, Yuli memberi klarifikasi terkait pernyataannya itu. Ia menegaskan ucapannya itu hanya sebagai upaya untuk menyemangati masyarakat lewat gaya bahasanya sendiri.

Ora perlu ditanggapi, enggak perlu. Saya setiap hari Sabtu atau Minggu mendapat undangan hajatan di mana pun, tidak sekali 2 kali, saya selalu menyemangati. Menangkapnya tidak begitu (dianggap meniadakan varian Omicron). Pesan yang disampaikan, supaya siapa pun tidak boleh terlalu larut dan terganggu pikirannya oleh ketakutan (terhadap Omicron) itu,” ungkap Yuli.

Sebelumnya, viral sebuah video yang memperlihatkan Bupati Karanganyar Juliyatmono memberi sambutan pada acara pernikahan. Dalam sambutannya itu Juliyatmono mengajak masyarakat tidak usah mempedulikan Covid-19 dan menganggap Omicron sudah tidak ada.

Video singkat itu dibagikan akun Facebook Faiz Alfatih di Grup ‘Budidaya Kambing Sukoharjo Makmur’, Selasa (15/2).

D For GAEKON