Bupati Nganjuk Nonaktif Novi Rahman Divonis 7 Tahun Penjara

0

Bupati Nganjuk Nonaktif Novi Rahman Divonis 7 Tahun PenjaraGaekon.com – Kasus jual beli jabatan yang menjerat Bupati Nganjuk Nonaktif, Novi Rahman Hidayat kini membuatnya divonis 7 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara.

Melansir dari Kompas, vonis tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya I Ketut Suarta dalam sidang vonis Pengadilan Tipikor Surabaya, Kamis (6/1) sore.

“Menjatuhkan pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 200 juta subsider kurungan 6 bulan,” katanya.

Vonis untuk Novi lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut Novi dengan hukuman 9 tahun penjara.

Novi dianggap melanggar Pasal 12 huruf e ayat dan pasal 5 ayat (2) jo pasal 5 ayat (2) huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.

Sementara itu, kuasa hukum Novi, Tisat Afriyandi mengaku belum menentukan sikap. Ia mengatakan bahwa masih memiliki waktu 7 hari untuk menyikapi vonis tersebut.

Sebelumnya, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat tertangkap dalam operasi tangkap tangan tim gabungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Minggu 9 Mei 2021 malam.

Novi kemudian menjalani serangkaian pemeriksaan dan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Novi menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan promosi atau jabatan di Pemkab Nganjuk.

KPK juga menetapkan enam orang terangka lain yakni Camat Pace Dupriono, Camat Tanjunganom dan sebagai Plt Camat Sukomoro Edie Srijato, Camat Berbek Haryanto, Camat Loceret Bambang Subagio, Mantan Camat Sukomoro, Tri Basuki Widodo, dan ajudan Bupati Nganjuk M Izza Muhtadin.

D For GAEKON