BWF Terancam Akan Dibunuh Orang Indonesia, Sesmenpora: Jangan Lakukan Keisengan Yang Bisa Menjurus Ke Pidana

0

BWF Terancam Akan Dibunuh Orang Indonesia, Sesmenpora: Jangan Lakukan Keisengan Yang Bisa Menjurus Ke PidanaGaekon.com – Akun Instagram Badminton World Federation (BWF) baru-baru ini mendapat ancaman pembunuhan. Ada seseorang yang mengaku dari Indonesia mengancam akan membunuh orang-orang di BWF.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, tak hanya ancaman pembunuhan, seseorang yang mengaku dari Indonesia itu juga mengancam akan mengirimkan teroris ke BWF.

Menanggapi hal ini, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto meminta agar seluruh masyarakat Indonesia tidak melakukan keisengan yang bisa berujung pidana.

“Pertama, kami minta kepada siapapun masyarakat yang meskipun iseng, untuk tidak melakukan hal-hal yang bagi mereka iseng tapi bisa menjadi masalah serius bahkan bisa menjurus ke pidana,” kata Gatot.

Masalah ancaman terorisme, Gatot menyebut masalah ini jangan dipermainkan, Pasalnya bisa menjadi musuh bersama internasional.

“Apalagi ancamannya masalah terorisme. Padahal masalah ini adalah hal yang super sangat pamali dan haram, tidak hanya di Indonesia tapi di resolusi PBB tentang teroris saja belum dicabut. Jadi jangan sembarangan menuduh mengancam bisa jadi musuh bersama internasional,” ucap Gatot.

Keisengan yang dilakukan ini bisa dengan mudah dilacak. Apalagi ada UU ITE sebagai pedoman hukumnya. Gatot menjelaskan bahwa konten di media sosial tidak akan bisa muncul tanpa ada yang mengunggah, ada URL Link, terdapat kode internet protokol yang membuat keberadaan dan jejak digitalnya dengan mudah bisa diketahui.

Gatot menegaskan bahwa saat ini yang terpenting untuk Kemenpora adalah menatap event-event internasional yang sudah banyak menanti ke depannya. Termasuk Olimpiade 2020 Tokyo serta rencana Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

“Bahkan kami sudah jelaskan ke DPR dan mereka apresiasi sampai Presiden BWF meminta maaf ke Presiden Jokowi. DPR juga meminta Menpora untuk mengevaluasi mekanisme tata kelola pengiriman kontingen yang dilakukan cabor ke sejumlah event internasional,” kata Gatot.

Gatot juga menegaskan bahwa kasus yang menimpa Marcus Fernaldi Gideon dkk di All England sudah selesai seiring dengan surat resmi pernyataan maaf yang disampaikan Presiden BWF Poul Erik Hoyer, Senin (22/3).

“Bahwa kita kecewa, marah terhadap kebijakan BWF yang kurang transparan, kurang peduli, kami paham. Tapi jangan sampai melakukan hal yang sifatnya iseng tapi bisa masuk ke ranah pidana,” terang Gatot.

Menurut Gatot, sepanjang sejarah belum pernah Presiden BWF meminta maaf kepada negara tertentu bahkan menyebutkan nama kepala negara.

“Maaf kan sudah, kita punya kepentingan jangka panjang, kampanye Olimpiade 2032,” kata Gatot.

D For GAEKON