Probolinggo, JATIM – Seorang warga kota Probolinggo memperkarakan kepala desa ke polisi pada Rabu 12 Februari 2020. Pelaporan itu karena persoalan cek senilai Rp 100 juta yang kosong ketika hendak dicairkan.

Pelapor atas nama Prasetyo Adi Cahyono (45 tahun) warga kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran. Dia melaporkan Kades setempat, Bukhari Subhan atas kasus jual beli tanah.

Prasetyo mengaku tak bisa mencairkan cek senilai Rp 100 juta yang dia bawa saat melapor. Mulanya dia dan dua orang saudaranya, Seli dan Yayuk menjual tanah waris ke Bukhari. Tanah itu dia jual seharga Rp 420 juta. Pihak keluarga yang sepakat lalu menguasakan penjualan kepada Seli.

Transaksi jual beli tanah itu terjadi di salah satu hotel di Kota Probolinggo. Usai sepakat, Bukhari memberi cek senilai Rp 100 juta. Pihak penjual merasa ditipu sebab pada hari jatuh tempo cek itu tak kunjung bisa dicairkan.

“Saya sempat datangi bank guna memastikannya. Namun pihak bank menyebut cek dimaksud memang asli tapi saat jatuh tempo sudah diblokir,” terangnya kepada GAEKON Kamis 13 Februari 2020.

Prasetyo mengaku dirinya sudah menghubungi Bukhari, namun sambungan teleponnya diblokirnya. Dia juga sempat datang ke rumah Bukhari tapi hanya ditemui istri sang kades.

Terpisah saat dihubungi GAEKON, Bukhari malah menyatakan tidak mengenal orang yang memperkarakannya. Dia lalu berniat melaporkan balik sang pelapor karena pencemaran nama baik.

“Segera saya dan saudara Seli akan laporkan balik. Karena saya tidak mengenal pihak bersangkutan,” ujarnya. Laporan Prasetyo kini dalam penanganan Satreskrim Polres Probolinggo Kota.

K For GAEKON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here