Anak kecil bahkan orang dewasa yang sering ketakutan karena gangguan dari seorang mahkluk halus mungkin kini sudah tidak berlaku lagi. Hantu Indonesia seperti Kuntilanak, suster ngesot, pocong, hingga genderuwo yang menurut sebagian manusia itu sangat menakutkan kini kalah pamor dengan Virus Corona. Bagaimana tidak ? Jika Hantu memang menakutkan, namun virus corona ini bukan hanya menakutkan saja, melainkan juga mematikan.

Ketidaktahuan yang pasti akan wabah virus corona Wuhan telah menjadi kepanikan global. Semua orang di seluruh dunia mencari cara untuk melindungi diri dari virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Virus yang menggoncangkan dunia ini kembali meresahkan warga Indonesia setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus pertama virus corona Covid-19 di Indonesia. Jokowi menyampaikan, kasus tersebut diketahui pemerintah setelah adanya isu warga negara asing (WNA) Jepang yang positif terkena virus corona setelah berkunjung ke Indonesia.

Dalam pernyataan tersebut Jokowi menjelaskan, tim dari Indonesia telah menelusuri jejak WNA tersebut. Ternyata, WNA Jepang itu positif terkena virus corona setelah menemui anaknya di Indonesia. Orang yang terkena virus corona berhubungan dengan dua orang, ibu 64 tahun dan putrinya 31 tahun. Menurut pihak Kementerian Kesehatan, ibu dan putrinya tersebut positif corona.

Virus misterius yang dapat menyebabkan orang meninggal ini menyebar kurang lebih sejak akhir 2019 dan World Health Organization (WHO) menganggap wabah ini sebagai kasus kesehatan darurat internasional.

Sejak Virus itu mendunia, banyak orang berbondong – bondong menghabiskan stock masker di toko – toko. Padahal menurut pihak Kesehatan di seluruh dunia, masker wajah adalah hal yang sia-sia untuk mencegah penyebaran penyakit atau melindungi diri. Sebagai gantinya, ahli menyarankan untuk sering cuci tangan dengan sabun dan berhenti menyentuh hidung, mata, juga mulut. Namun hal tersebut sangat sulit menjadi kebiasaan warga Indonesia. Contoh kecil, memegang wajah saja sudah menjadi aktivitas wajib yang selalu dilakukan setiap harinya, bahkan setiap menitnya.

Sebuah riset yang terbit April 2014 menyarankan bahwa menyentuh wajah sendiri dapat mengatur stres dan pembentukan memori. Nah untuk alasan kenapa menyentuh wajah sendiri sulit dilakukan, ini karena hal tersebut sudah dimulai sejak kecil dan tanpa disadari menjadi kebiasaan. Inilah yang membuat kebiasaan menyentuh wajah sulit dihentikan meski bertujuan untuk menjaga kesehatan. Terkadang hal tersebut juga dilakukan dengan tidak sengaja, karena dikendalikan oleh otot reflek kita.

Sebelum tenarnya virus ini, mungkin jika kita melihat orang bersin disamping kita rasanya seperti biasa saja. Tidak akan terjadi efek apa – apa. Namun kali ini beda. Hal tersebut sudah sangat menghantui manusia didunia, terutama di Indonesia. Ketika melihat orang bersin rasanya sudah ingin menjauh sejauh jauhnya.

Sebenarnya bagaimana cara penularan virus corona ini, sampai presentase menakutkannya bisa melebihi hantu di Indonesia, dan bagaimana mencegahnya ?

1.Virus Corona menyebar lewat cairan Tubuh

Virus ini menyebar lewat perantara cairan tubuh. Penyebarannya bisa dari air liur hingga bersin yang tersentuh oleh bagian luar tubuh dan juga lewat pernapasan. Contoh mudah adalah kamu tidak sengaja memegang air liur seseorang di meja. Gampangnya penyebaran itu mirip dengan cara kerja flu.

2.Virus Corona bisa menular melalui barang – barang terdekat kita

Virus ini bisa menular melalui barang – barang yang sering kita sentuh setiap harinya. Seperti meja, kursi, dan benda serupa lainnya. Mencegah penularan virus Corona sangatlah sederhana, yaitu memastikan sekitarmu tetap terjaga higienitasnya. Itu bisa dilakukan dengan membersihkan meja menggunakan disinfektan dan memberikan pembersih tangan di tempat-tempat umum yang sering dipakai. Ingatkan setiap karyawan atau rekan kerja untuk selalu mencuci tangan.

3.Virus Corona bisa menular melalui udara

Karena penularannya bisa melalui udara, maka persiapkan tisu dan masker. Pastikan kedua barang itu tersedia dan memberikannya kepada mereka yang sedang memiliki hidung meler. Penting pula memiliki tempat sampah tertutup sebagai tempat pembuangan, karena kebersihan aliran udara dan lingkungan yang baik mencegah penyebaran COVID-19

4.Tingkatkan kesadaran orang-orang akan virus Corona

Satu hal yang dirasa penting oleh WHO adalah kesadaran dari ruang itu terhadap virus mematikan ini. Menunjukkan poster tentang kebersihan pernapasan akan membantu memahami hal ini.

5.Istirahatkanlah tubuh jika merasa sudah tidak fit

Salah satu cara penyebaran virus Corona adalah lewat batuk. Bagi mereka yang sedang tidak enak badan, ada baiknya untuk beristirahat di rumah dan meminum obat seperti paracematol. Ditakutkan itu merupakan gejala dari infeksi COVID-19.

6.Hindari bepergian untuk sementara waktu

WHO menyarankan untuk tidak keluar negeri atau melakukan traveling sementara waktu, termasuk untuk urusan kerja. Jika memang diharuskan, pastikan yang pergi merupakan orang yang sehat dan telah mengecek daftar area virus Corona yang sudah terkena wabah. Hal itu bisa dilihat lewat situs WHO. Jika mereka yang telah kembali dari area tempat COVID-19 menyebar, harus memantau diri mereka sendiri untuk gejala selama 14 hari dan suhunya dua kali sehari. Jika mereka menderita batuk ringan atau demam ringan (dengan suhu tubuh 37,3 derajat Celcius atau lebih), mereka harus tinggal di rumah dan mengasingkan diri.

7.Jangan mendeskriminasi mereka yang tertular

Jika melihat adanya gejala virus Corona diderita rekan kerja, langsung pisahkan orang tersebut ke dalam ruang yang terisolasi dan segera laporkan aparat kesehatan lokal. Jauhkan diri dari diskriminasi dan dukung mereka melewati penyakit ini.

Melawan virus Corona tidaklah berbeda jauh dengan melawan penyakit pada umumnya. Yang terpenting adalah kamu memahami dengan benar bagaimana cara menjaga higienitas tubuh. Ada baiknya untuk tidak panik terhadap kasus ini.

KL For GAEKON