Cuitannya Dicap Sesat Oleh Twitter, Donald Trump Berang

0

Gaekon.com – Setelah Twitter untuk pertama kalinya memberikan ‘cap’ kepada cuitan Donald Trump. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengetatkan regulasi bahkan tidak segan-segan menutup media sosial seperti Twitter dan Facebook yang tak acuh membungkam suara kaum konservatif.

Seperti yang diketahui bahwa Cap tersebut adalah sebuah peringatan agar pengguna mengecek fakta-faktanya lebih dahulu, sebelum mentah-mentah menelan cuitan Donald Trump.

Seperti yang dilansir Reuters (28/2020), Donald Trump mengatakan bahwa “Partai Republik merasa platform media sosial benar-benar membungkam suara konservatif. Kami akan sangat mengatur atau menutupnya sebelum membiarkan hal itu terjadi,”

“Bersihkan tindakanmu sekarang!” tegas Trump.

Hal ini adalah pertama kalinya sebuah tindakan tegas dilakukan dari sebuah sosial media. Bahkan pihak Twitter juga tidak segan menyebut cuitan Trump tidak berdasar bahkan sesat .

Dalam konteks ini, Twitter menargetkan dua cuitan Trump. Pertama soal pemungutan suara melalui surat suara akan menyebabkan “Pemalsuan Pemilu” dan manipulasi pemilih.

Isi dalam cuitan Trump yang ditandai oleh Twitter salah satunya adalah mengarahkan ke dugaan atas kecurangan yang terjadi di California. Trump mengatakan siapapun yang tinggal di negara bagian itu, akan dikirimi surat suara. Padahal sebenarnya mereka sudah dipastikan bisa pergi ke bilik suara di mana mereka terdaftar.

Uniknya, dibawah cuitan Trump itu, Twitter memposting tautan yang bertuliskan “Dapatkan fakta tentang surat suara masuk”. Twitter juga membawa penggunanya agar masuk ke dalam sebuah link berita media AS yakni CNN dan Washington Post soal klaim Trump yang tak dianggap sesat oleh Twitter.

“Trump secara keliru mengklaim bahwa surat suara secara langsung akan mengarah pada ‘Pemalsuan Pemilu’,” tulis Twitter dikutip dari AFP.

“Namun, pemeriksa fakta mengatakan tidak ada bukti bahwa surat suara yang masuk terkait dengan penipuan pemilih.” bebernya.

Hal ini membuat cuitan Trump melanggar kebijakan Twitter soal informasi yang kredibel. Termasuk membatasi penyebaran informasi yang berbahaya. Semoga yang lainnya bisa mengikuti langkah berani seperti apa yang telah dilakukan oleh Twitter.

Z For GAEKON