Cukai Rokok Naik, Petani Tembakau Tuntut Insentif Ke Pemerintah

0

Cukai Rokok Naik, Petani Tembakau Tuntut Insentif Ke PemerintahGaekon.com – Kenaikan cukai rokok berlaku efektif sejak awal Januari 2022. Menanggapi hal ini Dewan Pakar dan Ketua Satgas Ekonomi DPP Pemuda Tani HKTI, Ajib Hamdani meminta pemerintah untuk memberikan insentif kepada para petani tembakau.

Melansir dari Liputan6, Ajib meminta pemerintah memberikan insentif agar terjadi peningkatan kesejahteraan para pelaku usaha, terutama untuk para petani.

Dengan kenaikan tarif cukai ini, pemerintah telah memberikan disinsentif fiskal terhadap produk tembakau.

“Untuk membuat keseimbangan dan fairness, pemerintah seharusnya memberikan kebijakan pendukung, misalnya dalam bentuk insentif moneter,” ujarnya.

Kebijakan insentif moneter, pertama yaitu dukungan jaminan atas pemberian kredit. Para petani tembakau di lapangan, menghadapi masalah yang klasik, yaitu kesulitan mendapat akses dana perbankan. Literasi keuangan yang masih rendah, dan juga kesiapan kebutuhan jaminan harus dijembatani oleh pemerintah.

“Pemerintah bisa mengalokasikan dana, sebagai premi atas kredit yang akan dikucurkan oleh perbankan kepada para petani tembakau. Sehingga para petani tidak diharuskan memberikan jaminan ketika membutuhkan kredit perbankan.” jelasnya.

Insentif kedua, insentif bunga, bunga yang yang murah, menjadi kebutuhan para petani, seperti halnya program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Dengan pola kebijakan insentif ini, maka petani akan mendapat dana yang mudah dan murah,” katanya.

Menurutnya, ketika pemerintah bisa secara konsisten memberikan kebijakan disinsentif dan insentif secara berimbang, maka kebijakan tersebut akan berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan para petani.

“Tetapi, kalau pemerintah hanya fokus dengan penerimaan negara tanpa memperhatikan kesejahteraan para petani, maka akan terjadi sebuah kondisi tembakau yang selalu disalahkan, tetapi cukainya tetap disayang,” pungkasnya.

Uang Yang Dibelanjakan Ke Rokok Tidak Langsung Meningkatkan Penghasilan Petani

Ajib mengatakan bahwa uang yang dibelanjakan ke rokok atau produk tembakau, tidak secara langsung akan meningkatkan penghasilan para petani tembakau.

Pasalnya, selisih kenaikan nilai rokok atau produk tembakau tersebut akan masuk ke pundi-pundi kas negara, dalam bentuk cukai.

Pengusaha harus melakukan pembayaran terlebih dahulu ke negara, baru bisa melakukan produksi dan selanjutnya masyarakat membayar atas cukai yang sudah dibayarkan oleh pengusaha.

D For GAEKON