Curang Dalam Penyaluran BBM, Pertamina Sanksi 91 SPBU

0

Curang Dalam Penyaluran BBM, Pertamina Sanksi 91 SPBUGaekon.com – Sebanyak 91 SPBU yang melakukan kecurangan dalam penyaluran BBM dijatuhi sanksi oleh PT Pertamina (Persero).

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Penindakan tersebut dilakukan Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading dari PT Pertamina (Persero).

Menurut penjelasan Pjs. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), Irto Ginting, 91 SPBU itu tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

“Jumlah 91 SPBU yang ditindak tersebut merupakan yang sudah terbukti melakukan pelanggaran sampai dengan Oktober 2021,” katanya.

Irto menerangkan, pelanggaran yang dilakukan yakni dalam hal penyaluran BBM jenis Solar yang tidak sesuai regulasi yakni Perpres 191/2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sementara itu jenis pelanggaran yang ditemukan yaitu:

  1. Pengisian Solar Subsidi dengan jeriken tanpa surat rekomendasi
  2. Pengisian ke kendaraan modifikasi
  3. Penyelewengan pencatatan/administrasi
  4. Melayani pengisian atau transaksi di atas 200 liter

Atas pelanggaran tersebut, Pertamina menjatuhkan sanksi berupa penghentian pasokan atau penutupan sementara SPBU, serta penagihan selisih harga jual Solar Subsidi sesuai harga keekonomiannya.

“Sanksi diberikan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan dengan baik,” imbuhnya.

SPBU yang melanggar, di wilayah regional Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara terdapat 6 SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochamad Idhani, mengatakan penyelewengan yang dilakukan oleh enam SPBU itu adalah transaksi yang tidak wajar, pengisian jerigen tanpa surat rekomendasi, serta pengisian ke kendaraan modifikasi.

“Hingga Oktober 20201, terdapat enam SPBU yang berada di regional Jatimbalinus telah diberikan sanksi akibat melakukan penyaluran yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku,” kata Deden.

D For GAEKON