Dalam Kondisi Kesehatan Menurun, Sapri Sempat Pantun: ‘Masak Air Biar Mateng, Masak Air Biar Mateng, Bang Sapri Sudah Enggak Ganteng, Kan Sakit’

0

Dalam Kondisi Kesehatan Menurun, Sapri Sempat Pantun: ‘Masak Air Biar Mateng, Masak Air Biar Mateng, Bang Sapri Sudah Enggak Ganteng, Kan Sakit’Gaekon.com – Duka kembali menyelimuti dunia hiburan. Komedian, Sapri Pantun meninggal dunia pada Senin (10/5) karena penyakit diabetes dan penyumbatan pembuluh darah.

Menurut sang adik, Doli, dalam kondisi kesadaran yang menurun, Sapri masih sempat membuat pantun seperti kebiasaannya saat sehat.

“Pas masuk rumah sakit, dia sempat pantun, tapi pikirannya kayak bukan dia. Pas saya bawa ke IGD dengan kursi roda, dia pantun sendiri sambil ketawa sendiri kayak orang enggak jelas. Dia bilang, ‘Masak air biar mateng, masak air biar mateng, Bang Sapri sudah enggak ganteng, kan sakit.’ Terus, dia ketawa sendiri,” ungkap Doli sambil menangis.

Saat itu, Doli hanya bisa menangis melihat sang kakak. Sapri sempat menjalani operasi penyumbatan pembuluh darah untuk dua kakinya. Namun setelah operasi kondisi Sapri belum sadarkan diri hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Saat dibawa ke rumah sakit, gula darah Sapri melonjak naik di atas normal hingga 1.143. Alhasil, Sapri harus menjalani perawatan di ICU.

Selama ini Sapri rupanya tak pernah mengeluh saat sakit. Hal itu pun diakui oleh Doli. Sapri, menurutnya, selalu memendam rasa sakitnya sendiri.

Sebelum masuk rumah sakit beberapa waktu lalu, Doli sempat merasa heran karena Sapri tiba-tiba minta izin untuk tak lagi syuting.

“Terakhir itu di tanggal 2 Mei. Dia waktu itu syuting, terus WA ngasih emote nangis, terus bilang, ‘Dol, sudah, ya, gue enggak kuat syuting. Sudah, ya, berhenti.’ Akhirnya kita ngobrol di warung soto, dia minta keluar dari sinetron, enggak mau syuting,” kenang Doli.

“Terus, di tanggal itu, pas habis Magrib, habis buka, dia bukannya syuting, malah nangis. Minta maaf sama teman-temannya. Dia bilang izin enggak mau nerusin. Dia bilang sudah enggak kuat,” tambahnya.

Keesokan harinya Doli mengajak Sapri ke dokter dan meminta untuk dirawat. Namun Sapri menolak. Ia pikir hanya masuk angin. Pas ke dokter, Sapri akhirnya dirujuk ke laboratorium dan diminta cek darah.

“Di tanggal 4, kita ke lab, ambil darah, sore hasilnya keluar. Sapri suruh ketemu dokter lagi karena curiga kok hasil gula darahnya tinggi, 1143 padahal normalnya 70-199,” ujar Doli.

Dari situ, Sapri kembali dibawa ke rumah sakit dan langsung mendapat penanganan di IGD. Ia langsung dipasang kateter dan disonde karena sudah tak bisa makan secara normal.

D For GAEKON