Jadi Dalang Pinjol Maut Wonogiri, WN China Terancam 20 Tahun Penjara

0

Jadi Dalang Pinjol Maut Wonogiri, WN China Terancam 20 Tahun PenjaraGaekon.com – Warga Negara (WN) China, berinisial WJS terancam hukuman 20 tahun penjara terkait kasus pinjaman online (pinjol) ilegal yang menyebabkan ibu rumah tangga berinisial WPS (38) di Wonogiri, Jawa Tengah bunuh diri.

Kasubdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Andri Sudarmadi membenarkan hal ini. Pihaknya mengatakan selain hukuman 20 tahun penjara, WJS juga akan didenda paling banyak Rp10 miliar.

“Ancaman hukumannya paling lama 20 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar,” katanya.

Andri menjelaskan bahwa tersangka saat ini sudah ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan untuk 20 hari pertama selama proses penyidikan.

Melansir dari CNN, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri mengenakan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) terhadap WJS. Dalam perkara ini, penyidik juga menggunakan pasal berlapis.

Mulai dari penggunaan Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) hingga TPPU. Pasalnya, penyidikan kasus pinjol dilakukan tak hanya berkaitan dengan keabsahan perusahaan tersebut, namun dilihat dari keseluruhan aspek dugaan pelanggaran pidana yang terjadi dalam perkara itu.

“Pasal kami akan kenakan pasal berlapis terhadap jaringan ini. Bicara jaringan berarti bicara menyeluruh, dalam artian mulai dari desk collection ya, kemudian ada naik lagi ke perusahaan pinjolnya yang WJS ini, kemudian naik lagi ke perusahaan transfer dana itu kita kenakan pasal berlapis,” jelasnya.

Tersangka dijerat Pasal 311 KUHP, Pasal 45b Jo Pasal 29 dan atau Pasal 45 ayat 1 Jo Pasal 27 ayat 1 dan atau Pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3 dan atau Pasal 45 ayat 4 Jo Pasal 27 ayat 4 dan atau Pasal 1 ayat 1 Jo Pasal 35 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Kemudian, Pasal 115 Jo Pasal 65 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dilapis dengan Pasal 62 ayat 1 Jo Pasal 8 ayat 1 Undang-Undang Nomor 88 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Lalu, dilapis lagi dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Terakhir, Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Ancaman hukumannya paling lama 20 tahun. Denda paling banyak Rp10 miliar,” jelasnya.

WJS ditangkap oleh penyidik di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banteng pada Selasa (2/11) saat hendak terbang ke Turki.

WJS diketahui berperan sebagai direktur bisnis dan pemilik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) bernama Inovasi Milik Bersama (IMB). Ia merekrut sejumlah orang menjadi karyawan agar pengelolaan perusahaan berjalan. Modusnya, ia mengembangkan bisnis dengan mencari pihak lain untuk membentuk pinjol ilegal sebagai mitra KSP tersebut.

D For GAEKON