Dalih Sweeping Kegiatan Maksiat, Polresta Solo Tetapkan 13 Orang Dalam DPO

0

Dalih Sweeping Kegiatan Maksiat, Polresta Solo Tetapkan 13 Orang Dalam DPOGaekon.com – Sebanyak 13 orang ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus kekerasan yang terjadi di Solo pada Februari.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo menerangkan bahwa ke 13 orang tersebut melakukan serangkaian kekerasan dengan dalih sweeping kegiatan maksiat.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan bahwa jumlah tersangka masih akan terus berkembang.

“Jumlah tersangka terus berkembang, sebagian telah masuk dalam daftar pencarian orang dan kita akan buru terus,” kata Ade.

Menurut Ade, para pelaku melakukan aksinya dengan perencanaan yang cukup matang. Mereka telah berbagi tugas.

“Mereka ini punya peran yakni mencari informasi, mengecek lokasi atau mapping, eksekusi dan ada yang memantau situasi,” katanya.

Aksi kekerasan ini terjadi pada pertengahan Februari kemarin. Para pelaku berkeliling mengendarai motor dengan penutup wajah dan membawa senjata tajam dan tongkat.

Sekelompok pemuda di beberapa tempat melakukan kekerasan dengan merusak warung dan pos kamling. Tak hanya itu, mereka juga menganiaya warga serta merampas uang.

Kasus ini terjadi di dua lokasi, yaitu Sondakan dan Danukusuman. Diduga, serangkaian kekerasan itu dilakukan oleh kelompok yang sama.

Dalam kasus kekerasan di Sondakan, polisi telah menahan 6 orang dan menetapkannya sebagai tersangka. Sedangkan 8 orang masuk dalam DPO dan masih terus diburu.

Sedangkan kasus yang terjadi di Danukusuman, polisi telah menahan 4 orang. Dalam pengembangan, masih ada 5 orang lain yang diduga terlibat dan saat ini tengah diburu.

D For GAEKON