Dapat Uang Ganti Rugi Hingga Rp 28 Miliar, Warga Tuban Borong 176 Mobil Baru

0

Dapat Uang Ganti Rugi Hingga Rp 28 Miliar, Warga Tuban Borong 176 Mobil BaruGaekon.com – Aksi sejumlah warga yang membeli 17 mobil baru secara bersamaan dalam sehari ini viral di media sosial. Diketahui, mereka adalah warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Rekaman video berdurasi kurang dari 1 menit itu sempat hebohkan warga Tuban. Dalam video itu terlihat belasan mobil tengah dikirim ke rumah warga menggunakan truk dengan dikawal mobil patroli polisi.

Kepala Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Gianto membenarkan bahwa sejumlah warganya membeli mobil secara bersama-sama dari Surabaya.

Menurutnya, mobil tersebut dibeli warga menggunakan uang yang berasal dari ganti rugi lahan untuk proyek kilang minyak.

“Ya, pembeliannya berkelompok. Kemarin ada 17 mobil yang dibeli dan semuanya baru. Semua mobil merk Toyota,” terang Gianto.

Gianto juga mengatakan bahwa hingga saat ini tercatat ada 176 mobil baru yang dibeli warga di desanya sejak mereka menerima uang ganti rugi lahan kilang minyak. Menurutnya satu warga ada yang membeli 2 sampai 3 mobil dengan menggunakan uang tersebut.

“Ada sekitar 176 mobil baru yang dibeli warga, itu belum yang mobil bekas. Warga membeli dengan menggunakan uang dari pembebasan lahan proyek kilang tersebut. Satu orang ada yang beli dua sampai tiga mobil,” kata Gianto.

Penentuan nilai harga lahan milik warga diputuskan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) setalah melakukan penghitungan harga melalui appraisal. Harga ganti rugi lahan milik warga rata-rata berkisar Rp 680 ribu per meter persegi.

“Harga ganti rugi lahan disini sekitar 600 ribu rupiah dan tertinggi 800 ribu rupiah per meter persegi,” katanya.

Rata-rata warga Desa Sumurgeneng mendapatkan uang ganti rugi lahan untuk proyek pembangunan kilang minyak sebesar Rp 8 miliar.

Selain itu, ganti rugi yang diterima warga paling sedikit di desa sini ada sekitar Rp 35 juta dan paling banyak Rp 28 miliar.

“Paling banyak sekitar 28 miliar rupiah, itu orang Surabaya yang sudah lama memiliki lahan disini,” ujarnya.

90 persen warga yang mendapatkan uang ganti rugi lahan proyek kilang minyak tersebut digunakan untuk membeli mobil. Sementara 75 persen warga yang menerima uang itu dibelikan tanah lagi dan 50 persen warga digunakan untuk renovasi rumahnya.

“Kalau untuk usaha sangat kecil. Rata-rata mereka ingin menikmati dulu,” kata Gianto.

Gianto juga mengatakan bahwa di Desa Sumurgeneng ini ada sekitar 280 warga atau pemilik lahan yang terdampak proyek pembangunan Kilang Tuban atau New Grass Root Refinery (NGRR). Semua warga telah setuju lahannya di jual untuk pembangunan proyek Nasional tersebut.

“Semua warga Sumurgeneng telah setuju lahannya dijual untuk pembangunan kilang minyak,” kata Gianto.

 D For GAEKON