Demo Buruh Ricuh, 124 Orang Di Surabaya Diangkut Polisi

0

Demo Buruh Ricuh, 124 Orang Di Surabaya Diangkut PolisiGaekon.com – Sebanyak 124 orang yang ikut demo aksi mogok buruh di Kawasan Rungkut Industri I diamankan polisi.

Demo Ricuh Karena Hadirnya Preman

Demo tersebut berlangsung ricuh. Sekelompok orang tak dikenal tiba-tiba bentrok dengan buruh yang membuat 15 buruh terluka. Para buruh menyebut orang-orang tak dikenal itu sebagai preman.

Melansir dari Detik, Kapolrestabes Surabaya Kombes Yusep Gunawan meminta maaf atas adanya kericuhan tersebut.

“Yang pertama saya menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya potensi ataupun bentrok antara masyarkat dan masyarakat yang lain yang terjadi di kawasan Rungkut. Adapun dari bentrokan ini karena adanya pekerja yang melaksanakan aksi mogok. Ini sedang kita tangani sejak minggu lalu, tepatnya tanggal 12,” ungkap Yusep.

Ratusan orang itu diangkut dan dimintai keterangan di Polrestabes Surabaya, baik kelompok yang mogok kerja, maupun masyarakat yang melakukan aksi geruduk.

“Atas kejadian ini, bahwa pihak-pihak tersebut telah kami bawa ke Polrestabes Surabaya, baik dari kelompok yang mogok kerja, maupun masyarakat yang melakukan aksi geruduk yang mengakibatkan penganiayaan maupun perusakan,” kata Yusep.

Yusep juga menegaskan, pihaknya akan memproses dengan cepat agar masalah tersebut tidak berlanjut. Pihaknya akan melibatkan stakeholder terkait untuk menilai dan melihat permasalahan itu.

“Kami akan melakukan penegakan hukum secara tegas terukur, baik terkait aksi mogok itu sendiri. Yang pasti kami libatkan stakeholder terkait untuk menilai, melihat, bahkan ahli-ahli pidana terkait perbuatan tersebut. Begitu juga terkait aksi tadi pagi, terhadap pengroyokan ataupun perusakan yang dilakukan terhadap kelompok pekerja,” terangnya.

Yusep menambahkan penanganan demo berupa aksi mogok buruh tersebut sudah dilakukan dengan langkah preemtif maupun preventif, persuasif dan humanis. Berbagai pihak juga dilibatkan, baik dari pihak perusahaan dan juga, Disnaker Kota Surabaya.

“Hal ini sedang kita tangani dengan baik, semoga terakomodir harapan-harapan dari kedua belah pihak. Namun pada pagi hari tadi, telah muncul sekolompok masyarakat kita sebut oknum yang mengambil langkah-langkah yang kurang baik. Apalagi di tengah pandemi COVID di level 3 di Kota Surabaya,” ungkap Yusep.

D For GAEKON