Desak Polisi Usut Tuntas, Dewan Pers Mengutuk Kekerasan Terhadap Jurnalis Tempo Nurhadi

0

Desak Polisi Usut Tuntas, Dewan Pers Mengutuk Kekerasan Terhadap Jurnalis Tempo NurhadiGaekon.com – Dewan Pers menilai kekerasan terhadap jurnalis Tempo, Nurhadi merupakan preseden buruk bagi sistem kemerdekaan pers di negara demokrasi seperti Indonesia.

Seperti yang dilansir GAEKON dari CNN, kasus ini merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh mengatakan bahwa pihaknya mengutuk kekerasan terhadap Nurhadi.

“Kekerasan tidak dibenarkan dilakukan kepada siapa pun, termasuk terhadap wartawan yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik,” katanya.

Nuh mengingatkan kepada semua unsur pers untuk tetap berpegang teguh kepada kode etik jurnalistik, termasuk di dalamnya aspek profesionalitas dalam melaksanakan tugasnya.

Dewan Pers berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi Nurhadi. Pihaknya, memberikan dukungan moral kepada Nurhadi, serta berharap yang bersangkutan diberi kekuatan batin dan segera aktif kembali menjalankan profesi jurnalis.

Tak hanya itu, Dewan Pers juga meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus kekerasan tersebut.

“[Dewan Pers] mendesak aparat aparat kepolisian untuk melakukan pengusutan dan penegakan hukum yang semestinya dan seksama atas kekerasan yang terjadi,” kata Nuh.

Sebelumnya, Nurhadi mendapat perlakuan kasar setelah mengambil foto dan hendak meminta konfirmasi kepada mantan Direktur Pemeriksaan Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Angin Prayitno Aji.

Nurhadi diinterogasi, ditampar, dipiting, dipukul, bahkan diancam akan dibunuh. Sejumlah pengawal Angin menganggap Nurhadi masuk tanpa izin ke acara resepsi pernikahan tersebut.

Kekerasan pun terjadi, padahal Nurhadi sudah menjelaskan statusnya sebagai jurnalis Tempo yang sedang menjalankan tugas jurnalistik. Namun para pengawal Angin tetap melakukan kekerasan. Telepon genggam Nurhadi dirampas dan memaksa untuk memeriksa isinya. Nurhadi juga mendapatkan penganiayaan serta penyekapan.

Pengambilan foto dan upaya konfirmasi itu dilakukan saat Angin melangsungkan resepsi pernikahan anaknya di Gedung Graha Samudera Bumimoro (GSB) di kompleks Komando Pembinaan Doktrin Pendidikan dan Latihan TNI Angkatan Laut (Kodiklatal) Surabaya, Sabtu (27/3) malam.

D For GAEKON