Deteksi KRI Nanggala 402, BPPT Pinjamkan Magnetometer

0

Deteksi KRI Nanggala 402, BPPT Pinjamkan MagnetometerGaekon.com – Pencarian Kapal Selam TNI AL KRI Nanggala 402 masih terus dilakukan sampai saat ini. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) membantu operasi pencarian kapal itu dengan alat magnetometer.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Alat magnetometer milik BPPT itu dipinjamkan untuk membantu operasi pencarian kapal tersebut.

Alat itu saat ini sudah dipasang di KN SAR Arjuna milik Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) untuk mendeteksi anomali intensitas magnetik dalam proses pencarian KRI Nanggala 402.

“Magnetometer itu digunakan bisa menangkap anomali intensitas magnetik yang cukup kuat,” kata Kepala Balai Teknologi Survei Kelautan BPPT Djoko Nugroho.

Djoko menuturkan jika ditemukan anomali magnetik maka harus segera langsung dilakukan pemindaian (scan) dengan menggunakan alat pemancar sonar Multibeam Echosounder (MBES).

“Scan dengan peralatan Multibeam Echosounder dengan tingkat akurasi tinggi seperti yang ada di KR Baruna Jaya dan Side Scan Sonar ini akan memperkuat pencarian,” ujarnya.

BPPT juga menyiapkan satu tenaga ahli yang langsung berada di kapal untuk mengoperasikan alat magnetometer.

“Yang penting sensor atau peralatan magnetometer ini memang setelah ditangkap setelah dikumpulkan datanya kemudian langsung diolah sehingga menjadi suatu informasi saya kira memang butuh keahlian khusus,” tuturnya.

Alat magnetometer bisa mendeteksi adanya anomali magnetik atau suatu keanehan dalam suatu kondisi normal melalui penangkapan intensitas magnetik.

Kapal yang membawa alat itu akan mampu menangkap adanya peningkatan intensitas magnetik di suatu titik tertentu di dalam lautan, sehingga diharapkan dapat ditangkap intensitas magnetik dari kapal selam bahkan jika kapal itu memang teronggok di dasar lautan.

D For GAEKON