Didenda Ratusan Juta, Edhy Prabowo Jalani Sidang Kasus Benih Lobster Hari Ini

0

Didenda Ratusan Juta, Edhy Prabowo Jalani Sidang Kasus Benih Lobster Hari IniGaekon.com – Sidang vonis Kasus dugaan Korupsi Penetapan Izin ekspor benih lobster, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo digelar hari ini, Kamis (15/7).

Jadwal Sidang Adalah Agenda Putusan Majelis Hakim

Hal ini dikonfirmasi oleh Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ipi Maryati Kuding. Pihaknya mengatakan jadwal sidang kali ini adalah agenda putusan majelis hakim.

“Sesuai jadwal persidangan adalah sidang agenda putusan majelis hakim atas perkara dengan terdakwa Edhy Prabowo,” terang Maryati.

Sidang putusan ini berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Edhy dituntut dengan pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp400 juta subsider enam bulan kurungan. Selain itu, eks politikus Partai Gerindra tersebut juga dituntut membayar uang pengganti senilai US$77.000 atau sekitar Rp1,12 miliar dan Rp9.687.447.219 subsider dua tahun penjara. Jaksa juga menuntut majelis hakim mencabut hak dipilih dalam jabatan publik selama empat tahun.

Dalam surat tuntutan, Edhy dinilai telah melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP. Ancaman pidana Pasal 12 yakni pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Pengacara Edhy, Soesilo Aribowo, berharap majelis hakim dapat memutus bebas kliennya atau setidaknya menyatakan kliennya hanya terbukti melanggar Pasal 11 Undang-undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Ancaman pidana Pasal 11 yakni penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp50 juta dan paling banyak Rp250 juta.

“Harapan saya selaku PH [Penasihat Hukum] pak Edhy Prabowo, karena pembuktian JPU lemah, harapannya bebas atau setidak-tidaknya Pasal 11,” kata Soesilo.

Dalam pleidoinya, Edhy meminta kepada majelis hakim agar membebaskan dirinya dari seluruh tuntutan jaksa. Edhy mengaku tak melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan jaksa. Edhy menilai tuntutan lima tahun penjara dan denda Rp400 juta sangat memberatkan.

“Saya sudah berusia 49 tahun, usia di mana manusia sudah banyak berkurang kekuatannya untuk menanggung beban yang sangat berat. Ditambah lagi saat ini saya masih memiliki seorang istri yang salihah dan tiga orang anak yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah. Sehingga, tuntutan penuntut umum yang telah menuntut saya adalah sangat berat,” ujar Edhy.

Meski demikian, Maryati tetap berharap agar majelis hakim dapat memutus bersalah Edhy dengan mempertimbangkan fakta-fakta hukum dalam persidangan.

“KPK tentu berharap majelis hakim akan memutus dan menyatakan terdakwa bersalah dengan mempertimbangkan seluruh fakta hukum sebagaimana uraian analisis yuridis JPU [Jaksa Penuntut Umum] dalam tuntutannya,” tegasnya.

D For GAEKON