Diduga Dampak Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Warga Cianjur Ini Mendadak Lumpuh

0

Diduga Dampak Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Warga Cianjur Ini Mendadak LumpuhGaekon.com – Seorang pria warga Kampung Citapen Desa Sukaratu Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur Jawa Barat, Ahmad Solihin mendadak lumpuh dan stroke usai mengikuti vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Ahmad mengatakan bahwa saat vaksinasi dosis pertama, ia mengaku tidak ada gejala apapun. Ahmad hanya merasakan pegal di bagian lengannya.

Kronologi Dampak Stroke Setelah Vaksin Dosis Kedua

“Vaksin dosis pertama di akhir Juni. Tidak ada gejala apapun, hanya pegal tangan,” katanya.

Kemudian pada 8 Juli 2021, Ahmad kembali datang ke puskesmas untuk menjalani vaksinasi dosis kedua. Sehari usai divaksin, ia merasa mual dan pusing.

“Saat itu saya muntah-muntah, bahkan saya hampir pingsan karena tidak kuat pusingnya,” ungkapnya.

Selain itu ruam atau bintik merah layaknya alergi pun muncul di sekujur tubuhnya. Bahkan hingga bagian kepala. Akhirnya ia dibawa ke puskesmas untuk menjalani perawatan.

“Di puskesmas hanya dicek, kemudian ditangani dan diberi obat. Setelah itu istirahat lagi di rumah,” ceritanya.

Hari ketiga usai vaksin, kaki kanan Ahmad tiba-tiba tak bisa digerakan. Ia seketika kaget dan mengira mengalami kelumpuhan.

Ahmad akhirnya kembali ke puskesmas yang kemudian dirujuk ke rumah sakit. Dari hasil diagnosa dokter, dirinya mengalami stroke ringan.

“Katanya stroke ringan, ada penyumbatan aliran darah. Tapi tidak tahu apakah ini efek vaksin atau kenapa. Tidak dijelaskan. Dan saya sendiri tidak punya riwayat penyakit itu. Makanya bingung. Yang jelas sakit begini setelah divaksin dosis kedua,” tuturnya.

Lima hari menjalani perawatan di RSUD, Ahmad diperbolehkan pulang dan menjalani perawatan di rumah.

Namun sudah sebulan berlalu kondisi Ahmad belum kunjung membaik. Ia masih tetap tidak bisa berjalan dan membutuhkan bantuan keluarganya.

“Masih begini saja, berbaring. Mau jalan susah harus di pegangin sama anggota keluarga. Aktivitas serba di kasur,” ujarnya.

Bahkan tak hanya lumpuh di bagian kaki, kini muncul benjolan sebesar bola kasti di bagian kanan ketiaknya. Akibatnya lengannya juga tak leluasa bergerak.

Ahmad mengaku benjolan tersebut sering sakit bahkan bisa membuat badan meriang. Dengan kondisinya seperti itu, Ahmad tak bisa bekerja lagi. Ia mengaku tidak punya penghasilan sepeserpun. Untuk kebutuhan sehari-hari, Ahmad hanya mengandalkan pemberian teman, tetangga, dan keluarganya.

“Kadang bos tempat kerja datang memberikan uang untuk sehari-hari. Sering nya dari kakak saya. Soalnya sudah tidak bisa kerja. Bantuan dari pemerintah juga tidak ada,” terangnya.

Bupati Cianjur Herman Suherman, mengaku sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk mengecek kondisi warga yang mengalami sakit pasca vaksinasi.

Sementara Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Gugus Tugas Covid-19 Cianjur Yusman Faisal, mengatakan pihaknya belum bisa memastikan apakah warga tersebut mengalami KIPI atau bukan.

Pegawai toko kelontong di Pasar Ciranjang ini mengaku mengikuti vaksin lantaran diperintahkan bosnya. Ayah dari dua anak ini pun divaksinasi di Puskesmas Bojongpicung.

D For GAEKON