Diduga Diselewengkan, Dana Bantuan Covid-19 Senilai 470 Juta Disita Kejari Purwokerto

0

Diduga Diselewengkan, Dana Bantuan Covid-19 Senilai 470 Juta Disita Kejari PurwokertoGaekon.com – Dana bantuan Covid-19 yang diduga diselewengkan akhirnya berhasil diamankan Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Barang bukti uang senilai Rp 470 juta dari total Rp 1,9 miliar diamankan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Detik, Kepala Kejari Purwokerto Sunarwan mengatakan bahwa pihaknya telah menyita uang sebesar 470 juta dari total bantuan Ditjen Bina Penta Kemenaker untuk 48 kelompok.

“Kita melakukan pengamanan atau penggeledahan untuk menemukan barang bukti dari rumah salah satu yang kita periksa hari ini. Berhasil kita sita uang sebesar 470 juta dari total bantuan Ditjen Bina Penta Kemenaker untuk 48 kelompok, dengan nilai total semuanya adalah Rp 1.920.000.000 dimana masing-masing kelompok mendapatkan 40 juta,” Kata Sunarwan.

Bantuan dari Ditjen Bina Penta Kemenaker ini seharusnya diperuntukkan bagi pemberdayaan masyarakat akibat Covid-19 untuk pemberdayaan kelompok, per kelompok beranggotakan 20 orang agar bisa berusaha dan mendirikan usaha yang mandiri.

“Namun uang bagi 48 kelompok ini diambil oleh satu orang dan mungkin akan berkembang nantinya, uang itu sisanya adalah yang kita ketemukan di sini (Rp 470 juta),” terangnya.

Pelaku membuat kelompok yang diketahui kades setempat. Kemudian diajukan ke Kemenaker sehingga ada verifikasi dari pusat atas dokumen dokumen tersebut.

“AM ini membuatkan semua dokumen kelompok kelompok ini, termasuk cap stempel semuanya. Tapi nanti, masih kita dalami lagi,” jelasnya.

Setelah PPK memverifikasi proposal kemudian disetujui serta mendapatkan rekening, kelompok tersebut langsung mendapatkan uang yang ditransfer ke rekening kelompok.

Saat uang tersebut sudah berhasil diambil, AM kemudian meminta semua uang tersebut dan dikumpulkan oleh AM.

“Dari satu kelompok setelah ditransfer ke rekening masing-masing atas nama kelompok, kemudian kelompok ini mengambil ke BRI, kemudian di depan BRI sudah menunggu seseorang kemudian diminta semuanya. Jadi dari 48 kelompok diminta oleh AM, totalnya Rp 1,920.000.000,” ujarnya.

Sunarwan juga menerangkan bahwa 48 kelompok ini dibentuk baru namun membuat satu orang ini, jadi kalau dapat saya katakan hanya digunakan untuk nama saja.

Sebelumnya, Sunarwan telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang berjumlah tujuh orang, lima merupakan kelompok yang seharusnya menerima uang tersebut. Sedangkan dua orang lainnya AM (26) dan MT (37), warga Kecamatan Cilongok diduga merupakan orang yang mengambil bantuan uang dari kelompok tersebut.

D For GAEKON