Diduga Terpapar Hepatitis Misterius, Bayi 2 Bulan Di Solok Meninggal Dunia

0

Diduga Terpapar Hepatitis Misterius, Bayi 2 Bulan Di Solok Meninggal DuniaGaekon.com – Seorang bayi berusia 2 bulan di Solok, Sumatera Barat meninggal dunia diduga karena terpapar hepatitis akut atau hepatitis misterius.

Melansir dari CNN, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengonfirmasi hal ini.

“Betul [bayi berusia 2 bulan], yang di Sumbar,” lanjut Nadia.

Nadia menyarankan para orang tua memeriksakan anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat jika ditemukan gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah, diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, dan penurunan kesadaran.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya juga telah menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut misterius yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia.

Kasus kematian bayi di Sumbar ini menambah daftar anak meninggal akibat hepatitis misterius menjadi lima orang.

Rinciannya, tiga kasus kematian anak terjadi di DKI Jakarta, satu kasus kematian dari Tulungagung, Jawa Timur dan satu kasus di Solok, Sumatera Barat.

Nadia menerangkan bahwa pihaknya belum mengetahui penyebab hepatitis misterius yang muncul sejak 15 April lalu di Indonesia.

Nadia menegaskan status 4 dari 15 dugaan hepatitis misterius ini belum confirm atau masih pending klasifikasi lantaran sudah melalui sejumlah pemeriksaan seperti non hepatitis A, B, C, D, E maupun Adenovirus.

Sementara 11 lainnya masih dilakukan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui kondisi infeksi yang menjangkiti mereka. Adapun untuk mengetahui hasil pemeriksaan hepatitis E dan Adenovirus membutuhkan waktu hingga dua pekan.

“Dari 15 kasus yang dilaporkan, empat di antaranya sudah pada kriteria pending klasifikasi. Sementara sisanya ada 11 kasus masih dalam pemeriksaan untuk memastikan jenis hepatitisnya,” jelasnya.

Nadia membeberkan, satu kasus kematian terbaru di Kabupaten Tulungagung terjadi pada anak berusia tujuh tahun yang mengalami sejumlah gejala di antaranya mirip gejala penyakit kuning. Kemudian demam, diare, urine berwarna lebih pekat dan feses berwarna pucat.

Sementara tiga kasus kematian sebelumnya di DKI Jakarta dilaporkan dalam kondisi stadium lanjut ketika sampai di rumah sakit. Ketiga pasien anak tersebut masing-masing berusia 2 tahun, 8 tahun, dan 11 tahun.

Adapun untuk kasus kematian baru yang dilaporkan di Solok terjadi pada bayi berusia 2 bulan.

“Rentang usianya 1-17 tahun ya, dari beberapa provinsi. DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Kepulauan Babel, dan Jawa Timur,” ujar Nadia.

D For GAEKON