Dinyatakan Bersalah, Jaksa Pinangki Divonis 10 Tahun Penjara Dan Didenda Rp 600 Juta

0

Dinyatakan Bersalah, Jaksa Pinangki Divonis 10 Tahun Penjara Dan Didenda Rp 600 JutaGaekon.com – Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki Sirna Malasari dipidana penjara selama 10 tahun.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Jaksa Pinangki juga dihukum membayar denda sebesar Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan.

Hakim Pengadilan Tipikor menilai Jaksa Pinangki terbukti bersalah dalam tiga perbuatan yang didakwakan. Ketua Majelis Hakim Ignasius Eko Purwanto mengatakan tiga perbuatan yang didakwakan yaitu suap, pencucian uang, serta pemufakatan jahat.

“Mengadili, menyatakan Terdakwa Pinangki Sirna Malasari terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah, Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 10 tahun ” kata Ignasius.

Jaksa Pinangki dinilai terbukti melanggar Pasal 15 jo Pasal 13 ayat (1) huruf a UU Pemberantasan Tipikor.

Dakwaan pertama, Jaksa Pinangki dinilai terbukti menerima suap USD 500 ribu atau sekitar Rp 7,3 miliar dari Djoko Tjandra.

Jaksa Pinangki menerima USD 450 ribu atau sekitar Rp 6,6 miliar sementara sisanya diberikan kepada Anita Kolopaking. Uang tersebut diberikan agar Djoko Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus dieksekusi 2 tahun penjara di kasus cessie Bank Bali dengan pengurusan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung. Atas perbuatan itu, Jaksa Pinangki dinilai melanggar Pasal 11 UU Tipikor.

Sementara dakwaan kedua, Jaksa Pinangki dinilai terbukti melakukan pencucian uang senilai USD 375.279 atau sekitar Rp 5.253.905.036. Uang tersebut merupakan bagian dari suap yang diberikan Djoko Tjandra sebesar USD 450 ribu.

Jaksa Pinangki menggunakan uang tersebut untuk membeli mobil BMW X5, pembayaran sewa apartemen di Amerika Serikat, pembayaran dokter kecantikan di AS, pembayaran dokter home care, pembayaran sewa apartemen, dan pembayaran kartu kredit. Atas hal itu, ia dinilai terbukti melanggar Pasal 3 UU Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dakwaan terakhir, Jaksa Pinangki dinilai melakukan pemufakatan jahat bersama Andi Irfan Jaya dan Djoko Tjandra untuk menyuap pejabat di Kejaksaan Agung dan MA senilai USD 10 juta.

Hakim menilai seluruh dakwaan Jaksa Pinangki terbukti. Sehingga, Jaksa Pinangki dinyatakan bersalah.

D For GAEKON