Diplomat Senior Indonesia, Dino Patti Djalal Beberkan Tiga Bukti Kasus Penggelapan Sertifikat Tanah

0

Diplomat Senior Indonesia, Dino Patti Djalal Beberkan Tiga Bukti Kasus Penggelapan Sertifikat TanahGaekon.com – Diplomat senior Indonesia, Dino Patti Djalal menuding seseorang bernama Fredy Kusnadi merupakan sindikat mafia tanah yang menggelapkan sertifikat tanah ibundanya.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Republika, Dino membeberkan tiga bukti yang menunjukkan Fredy terlibat dalam kasus penggelapan sertifikat tanah milik ibundanya.

“Saya ingin memberikan tiga bukti mengenai keterlibatan Fredy dalam sindikat mafia tanah,” ujar Dino dalam video yang diunggah di akun Instagram miliknya, Senin (15/2) dini hari.

Bukti pertama yang dimiliki Dino yaitu sebuah rekaman pengakuan dari seseorang bernama Sherly. Ia sangat berterima kasih dengan Sherly, karena telah memberikan pengakuan yang sejujur-jujurnya.

“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih karena Sherly telah memberikan pengakuan yang sejujur-jujurnya mengenai peran Fredy dalam salah satu aksi penipuan terhadap rumah ibu saya,” ucap Dino.

Saat ini, Sherly telah ditangkap polisi dan berstatus tersangka. Bukti kedua yaitu bukti transfer sebesar Rp320 juta yang diduga merupakan bagian dari hasil penggadaian sertifikat rumah milik ibunya di suatu koperasi.

“Bukti kedua yang saya miliki dan sudah saya berikan ke polisi adalah bukti transfer yang diterima Fredy sebesar Rp320 juta. Ini adalah sebagai bagian dari hasil penggadaian sertifikat rumah milik ibu saya ke suatu koperasi. Dari sana diuangkan sekitar Rp4 (miliar) sampai Rp5 miliar dan dibagi-bagi di antara mereka. Paling besar mungkin itu bosnya mendapat Rp1,7 miliar. Yang lain antara Rp1 miliar dan Rp500 juta,” terangnya.

Bukti ketiga yaitu sebuah rumah yang sertifikatnya diduga telah beralih nama ke nama Fredy Kusnadi. Rumah tersebut kini tengah diusut oleh kepolisian.

“Bukti ketiga adalah rumah yang di Jalan Paradiso yang sekarang diusut oleh polisi, itu mendapatkan konfirmasi dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) bahwa sertifikatnya telah beralih nama ke nama Fredy Kusnadi, hitam di atas putih,” jelasnya.

Atas kasus yang menimpanya ini, Dino berharap para dalang sindikat tanah tertangkap karena selama ini dirinya tidak pernah melihat ada dalang mafia tanah yang diciduk pihak kepolisian.

Terungkapnya kasus penggelapan sertifikat tanah milik ibu Dino berawal pada Januari 2021, kuasa hukum Fredy Kusnadi datang ke rumah Yurmisnawita untuk memproses balik nama Sertifikat Hak Milik No. 8516 di Cilandak Barat milik Yurmisnawita menjadi miliki Fredy Kusnadi.

Padahal, Yurmisnawita tidak pernah menjual rumah tersebut, namun pada 2019, rumah tersebut sempat akan dijual kepada orang yang mengaku bernama Lina.

Saat itu, Lina menghubungi Yurmisnawita dengan membawa calon pembeli bernama Fredy Kusnadi. Yurmisnawita menolak karena pemilik asli rumah, Zurni Hasyim Djalal tidak mau menjualnya.

Zurni Hasyim Djalal adalah pemilik tanah dan bangunan berupa rumah di Cilandak Barat berdasarkan SHM no. 8516 atas nama Yurmisnawita.

Dino menegaskan dirinya akan terus menyelidiki kasus ini. Menurut dia, kesalahan terbesar para sindikat mafia tanah tersebut adalah menjadikan ibundanya yang telah berumur 84 tahun sebagai korban.

“Saya sebagai putra beliau akan melawan mereka dengan segala kemampuan yang saya miliki. Saya tidak takut kepada siapapun dan saya akan memastikan bahwa semua pelaku sindikat ini akan terungkap dan Insya Allah akan tertangkap,” kata dia.

D For GAEKON