Dipolisikan Usai Kritik Pidato Jokowi, Greenpeace Angkat Bicara

0

Dipolisikan Usai Kritik Pidato Jokowi, Greenpeace Angkat BicaraGaekon.com – Dua anggota Greenpeace dipolisikan usai mengkritik pidato Presiden Joko Widodo. Menanggapi hal ini, Juru Kampanye hutan Greenpeace Indonesia Asep Komarudin angkat bicara.

Melansir dari CNN, Asep mengatakan bahwa sebuah kritik tidak seharusnya ditanggapi dengan melaporkan ke kepolisian, melainkan dengan dialog.

Menurutnya, iklim demokrasi Indonesia telah dirusak dengan langkah Sekjen Komite Pemberantasan Mafia Hukum Husin Shahab yang telah mempolisikan dua anggota Greenpeace.

“Pelaporan seperti ini merusak iklim demokrasi, seharusnya kiritik terhadap pemerintah tidak di tanggapi dengan laporan polisi,” kata Asep.

Asep mengaku siap dengan pelaporan itu. Pihaknya menegaskan data yang telah disampaikan oleh Greenpeace ke publik merupakan data yang valid.

“Kami akan hadapi laporan ini meski saat ini kita sedang dalam krisis iklim yang membutuhkan aksi nyata dari pemerintah ini yang lebih utama yang membutuhkan perhatian dan aksi nyata ketimbang lapor melaporkan,” ujarnya.

Ketua Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak yang juga sebagai terlapor turut membantah bahwa data yang dipaparkan oleh pihaknya tidak valid dan hoaks. Bahkan, kata Leo, data tersebut dikeluarkan oleh KLHK sendiri.

“Bahwa kami menyampaikan pandangan kami berdasarkan interpretasi kami, pendekatan yang kami lakukan itu adalah hak intelektual kami. Kita bisa memandang persoalan dengan data yang sama dari berbeda sudut kan,” katanya.

Leo menjelaskan, Greenpeace memakai pendekatan moratorium izin hutan di tahun 2018. Kemudian pihaknya menggunakan perbandingan 8 tahun ke belakang. Dalam waktu itu moratorium justru terjadi peningkatan deforestasi, padahal seharusnya menurun.

Leo menyebut moratorium awalnya memang ditetapkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjabat sebagai presiden pada 2011 silam. Kemudian dilanjutkan pada masa Joko Widodo 2019 menjadi moratorium permanen. Namun, hasilnya tidak memuaskan.

“Akhirnya kebijakan ini diteruskan oleh Pak Jokowi. Soalnya adalah hasilnya untuk persoalan deforestasi kita, hasil dari penetapan moratorium ini tidak menggembirakan, Deforestasinya justru meningkat. Itu yang kami paparkan sejak minggu lalu. Jadi itu merupakan kritik kami, dan itu hak kami kritik hal itu,” imbuhnya.

Sebelumnya, Husin Shahab melaporkan dua anggota Greenpeace usai mereka mengkritik pidato Jokowi di KTT Cop 26 di Glasgow. Kedua anggota Greenpeace itu dilaporkan dalam perkara membuat berita bohong yang menimbulkan keonaran.

D For GAEKON