Dishub Jatim Tak Bisa Larang Warga Yang Curi Start Mudik

0

Dishub Jatim Tak Bisa Larang Warga Yang Curi Start MudikGaekon.com – 36 kota dalam 8 wilayah aglomerasi diperbolehkan melakukan perjalanan lintas kota. Salah satunya adalah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Di wilayah tersebut, warga yang masih bekerja di kota lain boleh melakukan perjalanan lintas kota.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Jawapos, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono menjelaskan perbedaan definisi mudik dan bekerja. Menurut Nyono, mudik adalah perjalanan berkunjung, berbeda dengan bekerja.

”Mudik itu kan unjung-unjung (berkunjung). Kalau perjalanan orang di wilayah aglomerasi itu boleh. Misal bekerja karena faktor ekonomi itu nggak apa-apa,” terangnya.

Namun jika perjalanan itu untuk mudik tanpa urusan ekonomi atau pekerjaan, tidak diperbolehkan melakukan perjalanan lintas kota.

”Kalo tujuannya mudik tanpa urusan ekonomi, nggak boleh. Kalau bekerja di wilayah aglomerasi, boleh,” ujar Nyono.

Meski demikian, Nyono mengatakan bahwa tidak bisa melarang pemudik yang mencuri start dengan mudik sebelum 6 Mei.

”Aturan larangan mudik 6–17 Mei. Kalau lebih awal, kami nggak bisa melarang. Itu hak masyarakat,” ucap Nyono.

Soal penumpang pada awal Ramadan, Nyono menjelaskan, biasanya ada peningkatan sekitar 20 persen.

”Kami lakukan sosialisasi larangan mudik dan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19,” terang Nyono.

Seperti yang kita tahu, demi menekan angka kasus Positif Covid-19, Pemerintah melarang mudik lebaran 2021.

Larangan itu diatur pemerintah dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriyah selama 6–17 Mei 2021.

Namun, dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/Tahun 2021 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19 dijelaskan ada 36 kota dalam 8 wilayah aglomerasi.

D For GAEKON