Diteror Kepala Anjing, Pihak Habib Bahar Bin Smith Laporkan Ke Polisi

0

Diteror Kepala Anjing, Pihak Habib Bahar Bin Smith Laporkan Ke PolisiGaekon.com – Pihak Habib Bahar Bin Smith melaporkan kasus tiga kepala anjing yang dilempar di pondok pesantren milik Bahar kepada polisi.

Melansir dari Detik, Pengacara Habib Bahar, Ichwan Tuankotta mengatakan bahwa kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Kemang.

“Untuk perkara kepala anjing semalam sudah dilaporkan ke Polsek Kemang,” jelasnya Sabtu (1/1).

Tuankotta juga menjelaskan bahwa polisi telah melakukan olah TKP. Pihaknya kini masih menunggu langkah selanjutnya dari kepolisian. Tuankotta mengatakan bahwa santri Habib Bahar-lah yang melaporkan kejadian ini.

Sementara itu menurut pengacara Habib Bahar lainnya, Aziz Yanuar mengatakan, Ponpen Tajul Alawiyyin, Kabupaten Bogor diteror pada Jumat (31/12) pukul 03.00 WIB.

Aziz menerangkan ada 4 orang tak dikenal menggunakan sepeda motor, mereka melempar bungkusan plastik dan dus ke arah pondok.

“Jam 3 pagi dini hari tadi. Pos jaga Ponpes Tajul Alawiyyin di depannya di lempar plastik hitam berisi kepala anjing 3 dan dus bertuliskan ‘jangan dibuka’ oleh orang tak dikenal,” kata Aziz.

Saat dibuka, plastik tersebut ternyata berisi kepala anjing tiga dan dus dibuka isi balok tiga. Aziz sempat menuding bahwa pelaku adalah teroris.

“Tindakan pengecut dan kerdil yang dilakukan ‘teroris asli’ yang tidak menginginkan kebenaran disuarakan oleh HBS (Habib Bahar Smith). Diduga pelakunya berkaitan erat dengan komplotan pembunuh enam orang pengawal HRS,” kata Aziz.

Aziz meminta pihak pencinta hewan untuk menjadikan kejadian ini sebagai isu besar. Dia meminta Animal Defender bersuara karena ada anjing yang kepalanya dipenggal.

Pendiri Animal Defender Indonesia, Doni Herdaru merespons sindiran pihak Habib Bahar. Dia sepakat tindakan memotong kepala anjing sebagai alat teror adalah biadab. Pihaknya tidak akan pernah mendukung bentuk teror seperti itu.

Namun, Doni meminta pihak Habib Bahar menyerahkan bukti-bukti mengenai teror kepala anjing ini. Pasalnya, kata Doni, sudah banyak laporan yang tidak valid masuk ke Animal Defender Indonesia.

D For GAEKON