Ditetapkan Jadi Tersangka, Bupati Nganjuk Novi Diduga Pasang Tarif Rp 10-15 Juta

0

Ditetapkan Jadi Tersangka, Bupati Nganjuk Novi Diduga Pasang Tarif Rp 10-15 JutaGaekon.com – Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat ditetapkan sebagai tersangka penerima suap. Novi diduga terlibat dalam kasus jual beli jabatan di Nganjuk, Jawa Timur.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, Kabareskrim, Komjen Agus Andrianto menerangkan bahwa ada tarif tertentu yang harus dibayarkan calon perangkat desa di Kabupaten Nganjuk.

“Informasi penyidik untuk di level perangkat desa antara Rp 10-15 juta, kemudian jabatan di atas itu sementara yang kita dapat ini Rp 150 juta,” ungkap Agus.

Agus mengatakan bahwa keterangan itu didapat dari pemeriksaan awal setelah dilakukannya OTT. Ia menyebut perihal tarif jual beli jabatan itu masih mungkin untuk dikembangkan.

“Kemungkinan ini masih awal, kami akan lakukan pendalaman dan kembangkan,” ujar dia.

Sebab, dari bukti yang ditemukan saat OTT, terdapat uang yang jumlahnya hingga Rp 647,9 juta. Selain itu, turut disita pula 8 ponsel dan buku tabungan.

Novi diduga menerima suap melalui ajudannya yang bernama M. Izza Muhtadin. Izza pun sudah dijerat sebagai tersangka penerima suap. Novi dan ajudannya tidak hanya dijerat pasal suap. Melainkan juga disangkakan pasal gratifikasi.

Sementara untuk tersangka pemberi suap, penyidik menjerat lima tersangka, yakni:

  • Camat Pace, Dupriono
  • Camat Tanjunganom sekaligus Plt Camat Sukomoro, Edie Srijato
  • Camat Berbek, Haryanto
  • Camat Loceret, Bambang Subagio
  • Mantan Camat Sukomoro, Tri Basuki Widodo

“Para Camat memberikan sejumlah uang kepada Bupati Nganjuk melalui ajudan Bupati terkait mutasi dan promosi jabatan mereka dan pengisian jabatan tingkat kecamatan di jajaran Kabupaten Nganjuk, selanjutnya ajudan Bupati Nganjuk menyerahkan uang tersebut kepada Bupati Nganjuk,” kata Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Djoko Poerwanto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Senin (10/5).

Penyelidikan perkara ini hasil kerja sama Bareskrim dengan KPK. Bareskrim kemudian memegang kendali penyidikan perkara ini dengan supervisi dari KPK. Dalam konferensi pers tersebut, turut hadir Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar.

D For GAEKON