Divonis Nihil, Heru Hidayat & Jaksa Diberi Waktu 7 Hari Untuk Pikir-Pikir

0

Divonis Nihil, Heru Hidayat & Jaksa Diberi Waktu 7 Hari Untuk Pikir-PikirGaekon.com – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memvonis terdakwa kasus dugaan korupsi di PT ASABRI, Heru Hidayat pidana nihil.

Melansir dari CNN, merespon hal itu, Heru dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Agung kompak menyatakan pikir-pikir. Jaksa akan memanfaatkan waktu 7 hari untuk menentukan langkah selanjutnya, yakni menerima putusan atau banding.

“Kami diberikan kesempatan 7 hari untuk mempertimbangkan putusan ini, diberikan waktu pikir-pikir. Ini akan kami gunakan secara maksimal untuk mempertimbangkan apa nanti sikap kami,” ujar jaksa Ardito.

Vonis Hakim Tipikor Lebih Ringan Dari Tuntutan Jaksa

Vonis pidana nihil itu diketahui lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menginginkan Heru dihukum mati.

Dalam kesempatan itu, ia menampik pihak Heru yang menyatakan tim jaksa telah menyalahgunakan kekuasaan atau abuse of power.

Ia menegaskan tuntutan hukuman mati yang diberikan sudah dipertimbangkan secara matang dengan melihat perkembangan di masyarakat.

Jaksa juga menyoroti sejumlah aset yang diminta majelis hakim untuk dikembalikan ke pihak-pihak terkait termasuk terdakwa.

Menurut jaksa, aset-aset tersebut disita di proses penyidikan dalam rangka mengembalikan uang negara.

Sejumlah aset yang diminta hakim untuk dikembalikan yakni Kapal LNG (Liquefid Natural Gas) Aquarius, 4 kapal milik PT Trada Alam Minera, hingga 13 kapal milik PT Jelajah Bahari Utama.

Sementara pengacara Heru, Aldres Napitupulu, berujar kliennya juga akan memanfaatkan waktu 7 hari untuk merespons putusan apakah menerima atau melayangkan banding.

“Tergantung klien kami,” imbuhnya.

Aldres mengapresiasi putusan hakim yang memerintahkan agar jaksa mengembalikan sejumlah aset yang telah disita. Ia menjelaskan hal tersebut sebelumnya sudah disinggung saat proses penyidikan, namun tidak diakomodasi jaksa.

“Mereka mungkin merasa mereka yang benar, tetapi pengadilan ini kan bisa dibuktikan kalau hakim sudah melihat bahwa perolehannya [aset-aset] jauh sebelum tindak pidana yang didakwakan,” terang Aldres.

D For GAEKON