DKI Terapkan PSBB Transisi Akhirnya Bioskop Dibuka Kembali

0

DKI Terapkan PSBB Transisi Akhirnya Bioskop Dibuka KembaliGaekon.com – Mulai 12 Oktober 2020 hari ini, DKI Jakarta memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Masa Transisi. Tempat wisata, termasuk wisata air, dan bioskop mulai dibuka lagi. Diharapkan wisata-wisata Jakarta pun bisa menggeliat lagi.

Diizinkan tempat wisata untuk beroperasi lagi di Jakarta dengan catatan, penerapan protokol kesehatan COVID-19 harus dilakukan. Apalagi jika merujuk dari dokumen PSBB Transisi DKI Jakarta, tempat rekreasi atau pariwisata seperti Ancol, Taman Mini, dan Ragunan, diizinkan buka lagi.

Syaratnya, jam operasional mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan maksimal pengunjung 25 persen. Tidak hanya itu saja, wisata Tirta (wisata dan olahraga alam air) juga diperbolehkan beroperasi. Itu mulai 12 Oktober, dengan jam operasional start pukul 06.00 WIB sampai 17.00 WIB.

Kemudian untuk tempat wisata dan olahraga air harus memenuhi aturan kuota maksimal 25 persen dari kapasitas, mengatur jaga jarak minimal 1 meter pada setiap wahana, dan mengatur jaga jarak minimal 1 meter pada kegiatan yang dilaksanakan di dalam air.

Seperti halnya tempat wisata lainnya, wisatawan di wisata air juga wajib untuk membeli tiket tempat wisata Jakarta secara online, usia pengunjung dibatasi. Yakni, mereka yang berumur kurang dari 9 tahun dan di atas 60 tahun dilarang masuk. Selain itu, tempat wisata juga diminta untuk melakukan pembatasan jumlah pengunjung wahana dan transportasi keliling.

Sementara itu, setelah sebelumnya ditutup selama tujuh bulan karena COVID-19, bioskop akhirnya dibuka lagi. Namun ada syaratnya, kapasitas penonton maksimal 25 persen. Kemudian, pengaturan tempat duduk harus dibuat berjarak minimal 1,5 meter. Namun, di dalam bioskop pengunjung yang datang dilarang untuk lalu lalang ataupun berpindah tempat duduk. Yang tak kalah penting petugas bioskop juga wajib mengenakan masker, face shield, dan sarung tangan.

Kemudian, pengelola juga wajib untuk mendata pengunjung yang datang dalam protokol kesehatan umum. Bahkan, pengelola tempat wisata Jakarta harus menyediakan pencatatan pengunjung macam buku tamu, bisa juga dengan menggunakan teknologi digital.

Z For GAEKON