DPR Bongkar 400 Ribu Ton Beras Bulog Busuk

0

DPR Bongkar 400 Ribu Ton Beras Bulog BusukGaekon.com – Sebanyak 400 ribu ton cadangan beras nasional busuk. Mulai dari beras impor tahun 2019, pengadaan dalam negeri tahun 2018 dan tahun 2019.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Liputan6, Anggota Komisi IV DPR Sutrisno menyatakan tidak semua cadangan beras yang ada dalam kondisi layak konsumsi.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan bahwa cadangan beras nasional dalam kondisi cukup bahkan berlebih.

“Bapak bilang cadangan beras kita cukup tapi didalamnya ada 400 ribu ton lebih beras yang busuk,” kata Sutrisno kepada Budi Waseso dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI dengan Perum Bulog, Jakarta, Selasa (18/5).

Sutrisno menilai kondisi ini terjadi karena ada manajemen yang keliru dan dilakukan pembiaran. Sehingga berbagai program pengadaan beras yang dilakukan Perum Bulog ini berakhir disposal.

Sutrisno menilai hal ini perlu mendapat perhatian serius perusahaan dan pemerintah. Apabila tidak segera dibenahi, Perum Bulog dan pemerintah mengalami tiga kerugian, antara lain menjadi beban APBN yang tinggi, menimbulkan beban pengelolaan dan gudang tidak bisa dipakai untuk menyimpan beras yang layak konsumsi.

“Berasnya enggak bisa dikonsumsi. Apa kita tega beras yang tidak layak itu mau diberikan kepada yang membutuhkan kalau terjadi bencana alam,” ungkapnya.

Untuk itu ia menyarankan agar Perum Bulog bersurat kepada pemerintah. Meminta izin agar beras yang telah lama disimpan bisa dikeluarkan. Apalagi dalam catatan yang disampaikan Bulog pemerintah memiliki utang kepada perusahaan sebanyak Rp 173 miliar dalam bentuk cadangan beras.

Sutrisno juga mengungkapkan hasil kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu ke Kantor Bulog di Majalengka, Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut dia menemukan 5.000 ton beras di gudang yang sudah tidak layak konsumsi. Sebanyak 3.400 ton berasal dari pengadaan beras dalam negeri tahun 2019 dan 1.400 ton hasil impor.

“Dalam reses kami mengunjungi kantor Bulog di Majalengka, ada 5.000 ton beras di gudang yang sudah tidak layak konsumsi,” ungkapnya.

D For GAEKON