Jakarta – Tersangka kasus suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar Nurhadi resmi dimasukkan KPK dalam list perburuan atau daftar pencarian orang (DPO). Pria yang juga mantan Sekretaris MA itu saat ini tengah buron.

“Para tersangka yang setelah dipanggil dua kali sebagai tersangka Pak NH (Nurhadi) dkk yang tidak hadir atau mangkir dari panggilan penyidik KPK maka kami menyampaikan bahwa KPK telah menerbitkan daftar pencarian orang, DPO kepada para tiga tersangka ini, yaitu Pak Nurhadi kemudian Riezky Herbiyono dan Hiendra Soenjoto,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis 13 Februari 2020 kepada GAEKON.

Nurhadi termasuk tiga orang yang dianggap mangkir oleh KPK. Dua lainnya yang jadi DPO adalah menantu Nurhadi, Riezky Herbiyono, dan Hiendra Soenjoto. Mereka tidak bermaksud memberikan itikad baik saat dipanggil oleh KPK.

“Perlu kami sampaikan juga, sebelumnya KPK telah memanggil para tersangka dengan patut menurut ketentuan undang namun ketiganya sampai terakhir panggilan tidak memenuhi panggilan tersebut atau mangkir,” ucap Ali.

KPK terus berupaya mencari tahu keberadaan tiga buronan itu. KPK juga meminta aparat kepolisian untuk membantu menemukan ketiganya.

“Mengenai posisi tentunya KPK terus mencarinya ya adapun posisinya ada di mana dan seterusnya. Kami tentu tidak bisa memberitahu posisinya kepada masyarakat atau upaya-upaya yang dilakukan baik itu penangkapan maupun pencarian yang tentunya sekali lagi kami meminta bantuan kepada Polri untuk bersama-bersama menangkap para tersangka yang kemudian bisa diserahkan kepada penyidik KPK,” urainya.

Peran masyarakat juga terbuka lebar untuk melaporkan keberadaan buronan itu. Warga bisa segera menelpon call center KPK bila mengetahui Nurhadi cs.

“Tentunya kami juga membuka akses kepada masyarakat yang mengetahui tentang keberadaan para tersangka untuk segera juga melaporkan menginformasikan kepada KPK melalui telepon kantor KPK atau call center di 198 ya tentunya nanti akan ditindaklanjuti oleh penyidik KPK,” ujar Ali.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Nurhadi sebagai tersangka penerima suap dan gratifikasi. Total uang yang diduga diterima Nurhadi sekitar Rp 46 miliar.

Nurhadi diduga menerima suap berkaitan dengan pengurusan perkara perdata di MA. Selain Nurhadi, KPK menjerat 2 tersangka lain, yaitu menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT) Hiendra Soenjoto.

Selain urusan suap, Nurhadi dan Rezky disangkakan KPK menerima gratifikasi berkaitan dengan penanganan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK (peninjauan kembali) di MA. Penerimaan gratifikasi itu tidak dilaporkan KPK dalam jangka 30 hari kerja.

K For GAEKON

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here