Dua Menteri Terjerat OTT KPK, Wamenkumham: Mereka Layak Dihukum Mati

0

Dua Menteri Terjerat OTT KPK, Wamenkumham: Mereka Layak Dihukum MatiGaekon.com – Dua menteri, eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Edhy Prabowo, dan eks Menteri Sosial, Juliari P Batubara layak dihukum mati.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej. Menurutnya, dua menteri yang terjerat OTT KPK beberapa waktu lalu ini layak dihukum mati.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Kumparan, dlam diskusi daring ‘Telaah Kritis terhadap Arah Pembentukan dan Penegakan Hukum di Masa Pandemi’ di FH UGM, Eddy mengatakan hal tersebut.

“Kedua mantan menteri ini melakukan perbuatan korupsi kena OTT, bagi saya, mereka layak dituntut dengan ketentuan Pasal 2 Ayat 2 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi yang mana pemberatannya sampai pada pidana mati,” ujar Eddy.

Berikut isi Pasal 2 UU Tipikor:

Ayat (1)

Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Ayat (2)

Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan.

Penjelasan:

Yang dimaksud dengan “keadaan tertentu” dalam ketentuan ini dimaksudkan sebagai pemberatan bagi pelaku tindak pidana korupsi apabila tindak pidana tersebut dilakukan pada waktu negara dalam keadaan bahaya sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Pada waktu terjadi bencana alam nasional, sebagai pengulangan tindak pidana korupsi, atau pada waktu negara dalam keadaan krisis ekonomi dan moneter.

Eddy menjelaskan pemberat untuk Edhy dan Juliari. Khususnya saat negara, bahkan dunia, sedang berjuang dan kesulitan melawan krisis pandemi. Yang pertama mereka melakukan kejahatan ini dalam keadaan darurat (Pandemi Covid-19). Sementara itu pemberat yang kedua, mereka melakukan kejahatan itu dalam jabatan.

“Jadi, dua hal yang memberatkan itu sudah lebih dari cukup Pasal 2 Ayat 2 Undang-Undang pemberantasan tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Namun, Edhy dan Juliari dijerat terkait pasal suap. Ancaman hukuman maksimalnya tidak sampai pidana mati, melainkan penjara seumur hidup.

D For GAEKON