Dua Youtuber Medan Masuk Bui Pasca Rekam Dan Sebarkan Video Mobil Oknum Polisi Tunggak Pajak

0

Dua Youtuber Medan Masuk Bui Pasca Rekam Dan Sebarkan Video Mobil Oknum Polisi Tunggak PajakGaekon.com – Aksi youtuber merekam polisi lalu lintas ini harus berujung di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Seperti yang dilansir GAEKON dari Tribunsolo, dua youtuber asal medan, Joniar M Nainggolan dan Benni Eduward Hasibuan akhirnya jalani vonis di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Keduanya dijatuhi hukuman masing-masing delapan bulan. Mereka terbukti melanggar Pasal 45 ayat 3 dari UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Joniar M Nainggolan dan Benni Eduward Hasibuan, masing-masing selama 8 bulan penjara, dengan perintah tetap ditahan,” kata hakim.

Persidangan yang digelar secara online tersebut dipimpin oleh Majelis hakim yang diketuai Ahmad Sumardi. Dalam amar putusan hakim, adapun yang memberatkan hukuman kedua terdakwa yakni karena perbuatan keduanya meresahkan masyarakat.

Selain itu, mereka juga telah menyerang saksi korban dan membuat rasa malu saksi korban, tidak memiliki izin untuk mengupload ke medsos dan terdakwa tidak mengakui perbuatannya.

Sementara hal yang meringankan terdakwa yaitu karena ia merupakan tulang punggung keluarga. Setelah mendengar amar putusan, terdakwa maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chandra Naibaho menyatakan pikir-pikir.

Kejadian bermula pada Selasa, 11 Agustus 2020, terdakwa Joniar menghubungi Benni untuk berkeliling melihat aktivitas di seputaran Samsat Putri Hijau Medan. Mereka sepakat bertemu disana dan mengecek kendaraan mobil yang terpakir di belakang kantor Samsat Putri Hijau Medan dengan menggunakan pengecekan Telkomsel (kode USSD) dengan mengetik *368*117#.

Setelah mengecek, kedua terdakwa menemukan beberapa kendaraan yang menunggak pajak, dan ada beberapa kendaraan tidak ditemukan datanya, dan ada juga beberapa kendaraan yang diduga bodong.

Keduanya langsung melakukan live di media sosial youtubenya. Mereka menyebutkan beberapa kendaraan dan plat mobil polisi yang terparkir di lokasi. Saat live mereka mengatakan bahwa banyak oknum yang menggunakan kendaraan bodong hingga tidak taat pajak.

Setelah selesai live youtube, kedua terdakwa mengupload video tersebut di akun youtube terdakwa Joniar dengan nama Joniar News Pekan dengan upload video berjudul kalimat#VIRAL#PUNGLI#RAZIA SIDAK DI SAMSAT POLDASU Banyak Diduga Plat Bodong digunakan oknum Part 1 Dengan video durasi 22.46 menit tersebut di samping dan belakang kantor samsat Putri Hijau.

Sementara itu, Istri dari Benni Eduward Hasibuan, Fitra Aria menceritakan kisah pilu suaminya diperas hingga disiksa di Rumah Tahan Polisi (RTP) Polrestabes Medan.

Fitra mengatakan bahwa pemerasan dan penyiksaan ini berawal ketika suaminya dijebloskan ke sel RTP Polrestabes Medan pada 19 Agustus 2020 lalu.

“Sekitar 10 menit suami saya masuk ke RTP, suami telepon, minta uang Rp 2 juta,” kata Fitra, Selasa (9/3/2021).

Dia mengatakan, suaminya menyebut bahwa uang itu untuk keamanan dan kebersamaan para tahanan. Fitra terus diperas oleh seorang tahanan yang mengaku disuruh oleh oknum polisi. Jika ditotal, uang yang sudah dikirimkan Fitra mencapai Rp 12 juta.

Tak cuma pemerasan, Benni Eduward Hasibuan juga disiksa oleh sejumlah tahanan hingga deman selama empat hari.

D For GAEKON