Dugaan Memonopoli Persaingan Bisnis Pemerintah AS Gugat Google

0

Dugaan Memonopoli Persaingan Bisnis Pemerintah AS Gugat GoogleGaekon.com – Pada Selasa (20/10/2020), pihak Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) dan 11 negara bagian mengajukan gugatan antimonopoli terhadap Google Alphabet Inc. Raja mesin pencarian internet ini digugart lantaran dianggap bertindak melanggar hukum untuk mempertahankan posisinya sebagai yang teratas dalam konteks penelusuran dan periklanan di internet.

Dilakukannya langkah gugatan tersebut oleh pemerintah AS untuk melindungi persaingan usaha, sejak kasus antimonopoli terhadap Microsoft Corp pada tahun 1998. Gugatan terhadap Microsoft itu disebut akhirnya membuat internet semakin berkembang.

Tuduhan dari pihak yang menggugat menduga bahwa Google menggunakan uang miliaran dolar yang dikumpulkan dari pengiklan, untuk membayar perusahaan ponsel agar tampilan mesin pencarinya menjadi otomatis di browser pengguna internet.

“Tanpa perintah pengadilan, Google akan terus menjalankan strategi anti-persaingannya, melumpuhkan proses persaingan, mengurangi pilihan konsumen, dan menghambat inovasi,” kata dokumen gugatan itu.

Diketahui, Alphabet Inc, Perusahaan induk yang menaungi Google, memiliki browser terkemuka Chrome, sistem operasi ponsel pintar terbesar di dunia Android, situs video teratas di YouTube, dan sistem pemetaan digital paling populer. Bahkan mesin pencarian internet Google setidaknya dapat mengontrol sekitar 90% dari total pencarian global.

“Google adalah pintu gerbang ke internet dan raksasa periklanan pencarian,” kata Wakil Jaksa Agung AS Jeff Rosen kepada wartawan. “Google telah mempertahankan kekuatan monopolinya melalui praktik eksklusif yang berbahaya bagi persaingan,” tambahnya.

Sementara itu, Google sejak lama telah menyatakan bahwa bisnisnya berguna dan bermanfaat bagi konsumen, meskipun bisnisnya sangat menggurita.

Lewat Twitternya, Google mengatakan: “Gugatan hari ini oleh Departemen Kehakiman sangat cacat. Orang menggunakan Google karena mereka memilih untuk memakainya, bukan karena mereka dipaksa atau karena mereka tidak dapat menemukan alternatif.”

Kabarnya, penyelidikan oleh kejaksaan agung negara bagian AS terkait bisnis Google yang lebih luas sedang dilakukan, termasuk penyelidikan bisnis periklanan digital. Hasil dari temuan penyelidikan ini nantinya berpotensi menyebabkan tuntutan hukum lebih lanjut.

Sedangkan gabungan kejaksaan agung yang dipimpin oleh kejaksaan agung negara bagian Texas diperkirakan akan mengajukan gugatan terpisah yang berfokus pada periklanan digital, paling cepat pada November mendatang. Kemudian grup yang dipimpin oleh kejaksaan agung negara bagian Colorado sedang mempertimbangkan cakupan gugatan yang lebih luas terhadap Google.

Z For GAEKON