Emak-Emak Buka Paksa Blokade Pantai Rancabuaya

0

Gaekon.com – Viral sebuah video berkonten aksi kumpulan emak-emak yang membuka paksa blokade jalan yang mengarah ke lokasi wisata Pantai Rancabuaya, Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Garut. Video itu beredar di sejumlah media sosial di wilayah Garut.

Asep Hidayat (42), warga Desa Purbayani, Kecamatan Caringin mengkonfirmasi kejadian itu. Dia berucap bahwa gerombolan ibu-ibu itu yang membuka paksa blokade jalan adalah pedagang musiman di Pantai Rancabuaya.

Mereka kesal karena akses jalan ditutup. Sehingga wisatawan tidak ada yang bisa ke pantai. Hal itu mengakibatkan mereka tidak bisa berjualan.

“Ada salah paham, ibu-ibu menyangka penyekatan untuk mencegah wisatawan masuk pantai. Padahal, sebenarnya, kalau untuk wisatawan lokal boleh berkunjung ke pantai. Cuma memang tidak boleh berkumpul,” kata dia.

Padahal penutupan jalan tersebut dimaksudkan petugas untuk menghalau wisatawan dari luar Garut. Khususnya dari Jakarta dan Bandung.

Wisatawan disinyalir akan membanjiri Pantai Rancabuaya sebab beberapa pantai lain sudah ditutup. Seperti Pantai Santolo di Kecamatan Cikelet dan Pantai Sayang Heulang di Kecamatan Pamengpeuk. Dari sana, penyekatan pun akhirnya ditempuh petugas.

Kasubag Humas Polres Garut, Ipda Muslih membenarkan adanya pembukaan pembatas jalan yang dilakukan oleh ibu-ibu di pintu masuk Pantai Rancabuaya yang videonya sempat viral.

Namun, Muslih memastikan mereka bukanlah wisatawan. “Keterangan dari Kapolsek Caringin, kejadiannya kemarin jam 2 siang. Bukan pengunjung, tapi ibu-ibu yang dagang, mereka minta dibuka total dan memaksa,” kata Muslih.

Petugas sendiri, menurut Muslih, tidak bisa memenuhi permintaan para pedagang untuk membuka total pembatas jalan tersebut. Karena, petugas tidak ingin ada pengunjung dari luar Garut. Akhirnya, para ibu-ibu tersebut membuka sendiri pembatas jalan tersebut.

“Mereka ngeluh omsetnya menurun drastis, ditambah lagi suami mereka yang nelayan tidak bisa melaut. Tapi, setelah diberi penjelasan mereka mengerti,” kata dia.

Video aksi ibu-ibu pedagang tersebut, sempat terekam dan tersebar di jejaring media sosial dan aplikasi pesan WhatsApp.

Dalam video berdurasi 12 detik tersebut, para pedagang membuka pembatas jalan yang menutup jalan.

Setelah pembatas jalan dibuka, mereka pun memperbolehkan sebuah kendaraan bak terbuka yang mengangkut wisatawan untuk masuk.

K For GAEKON