Engagement 101

2

Mau tau tradisi melamar adat sunda??

Kali ini kita akan membahas tentang lamaran dan meminang adat sunda, namanya Narosan.

Seperti layaknya pernikahan pada umumnya lamaran merupakan proses awal sebelum kedua pihak keluarga menikahkan anak mereka. Dalam tahapan ini juga, keluarga pria dan wanita bertemu serta bertatapan satu sama lain, Mencoba berbincang hangat dengan berbagai guyonan khas sunda alias Siloka.

Lamaran atau Narosan dalam bahasa sunda, ada satu hal yang menarik yang harus diperhatikan. Yakni, pihak keluarga calon mempelai pria datang ke kediaman keluarga pihak wanita dengan membawa beberapa barang yang sifatnya wajib. Antara lain adalah lamareun-seperti daun sirih, apu atau kapur sirih dan gambir yang menyehatkan. Selain itu, juga dibawa satu set busana untuk si gadis. Sebagai tanda tanggung jawab sang pria, juga membawa cincin tanpa sambungan-biasa di sebut cincin belah rotan yang melambangkan bahwa cinta tiada putusnya. Dalam tradisi sunda, pihak pria juga membawa beubeur tameuh-yakni ikat pinggang yang dipakai oleh wanita sebagai penanda ikatan lahir batin. Dalam tradisi sunda, pihak pria juga membawa uang yang jumlahnya berkisar 1/10 dari total uang yang akan dibawa saat serah-serahan.

Pendekatan awal yang biasa di sebut Neundeun omong.

Sebelum adanya lamaran resmi, dalam tradisi sunda di beberapa daerah tertentu dahulu orang tua pihak pengantin bertamu kepada calon besan (calon pengantin perempuan). Berbincang dalam suasana santai penuh canda tawa, sambil sesekali diselingi pertanyaan yang bersifat menyelidiki status anak perempuannya apakah sudah ada yang melamar atau belum ( belum punya pacar) Pihak orangtua (calon besan) pun demikian dalam menjawabnya dengan benyolan.

Walau sudah sepakat diantara kedua orang tua itu, pada jaman dahulu, kadang-kadang anak mereka tidak tahu. Dibeberapa daerah di Pasundan kadang-kadang ada yang menggunakan cara saling mengirimi barang tertentu. Seperti orang tua anak laik-laki mengirim rokok cerutu dan orang tua anak perempuan mengerti maksud itu, maka apabila mereka setuju akan segera membalasnya dengan mengirimkan benih labu siam. Dengan demikian maka anak perempuannya itu sudah diteundeunan omong (disimpan ucapannya).

Lamaran adalah tahap awal untuk memperkenalkan kedua keluarganya. Yaitu pihak keluarga laki-laki dan perempuan. Dalam kehidupan modern bisa juga dikatakan sebagai acara pertunangan atau tuker cincin. Seorang wanita yang sudah bertunangan berarti dia sudah terikat sehingga tidak boleh menjalani hubungan dengan laki-laki lain. Yang unik dalam lamaran adat sunda,selain dilakukan prosesi tukar cincin, terjadi pula patukeur beubeur tameuh, yaitu penyerahan ikat pinggang pelangi kepada calon mempelai wanita. Ikat pinggang ini merupaka simbol atau penanda ikatan lahir batin dan keteguhan sikap dari pihak pria untuk mempersunting dan menjaga si gadis calon pendamping hidupnya.

Untuk susunan acaranya, ketika rombongan pihak pria tiba di kediaman pihak wanita, kemudian dibuka dengan sambutan selamat datang selanjutnya doa bersama. Pembawa acara kemudian mempersilahkan pihak keluarga pria mengutarakan maksud dan tujuan kunjungan keluarga keluarga pria yangb disampaikan oleh utusan yang disampaikan olh utusan yang sudah ditugaskan. Acara dilanjutkan dengan pemberian sambutan penerimaan keluarga pihak perempuan sebagai pertanda diterimanya lamaran oleh pihak wanita.

Selanjutnya ibu calon mempelai pria menyampaikan secara simbolis, menyerahkan hantaran lamaran kepada ibu calon mempelai wanita. Acara dilanjutkan pemasangan cincin tunangan oleh ibu calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita. Dan sebaliknya, cincin dipasang oleh ibu calon mempelai wanita kepada calon mempelai pria. Pemasangan cincin atau pertunangan tersebut merupakan salah satu tradisi lamaran adat sunda sejak dulu.

Dalam acara lamaran, kedua pihak keluarga juga membicarakan kapan dan bagaimana acara akad nikah di selenggarakan. Soal biaya yang diperlukan juga termasuk dalam pembahasan acara lamaran. Meski hal tersebut sebagai pembicaraan awal kedua belah pihak keluarga calon pengantin, Namun ada sejumlah kesepakatan yang telah dibuat, antara lain mengenai pembagian biaya pernikahan, mas kawin dan sebagainya. Acara lamaran diakhiri dengan pembacaan doa yang berisi harapan agar segala sesuatunya lancar. Acara akhir ramah tamah, dengan makanan yang disediakan pihak keluarga mempelai wanita.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk para calon mempelai sunda ya..

S For GAEKON